Korban pencabulan ayah kandung di Bone. (Foto: iNews/Bulan Sri Indra Maya).
Korban pencabulan ayah kandung di Bone. (Foto: iNews/Bulan Sri Indra Maya).

BONE, iNews.id - Perempuan muda berinisial SM (21) melaporkan aksi pencabulan dan pemerkosaan ayah kandungnya ke polisi. Korban selama ini takut mengadukan perilaku bejat pelaku karena sering diancam akan dibunuh.

SM mengatakan, ayah dan ibunya sehari-hari berprofesi sebagai petani. Pelaku melakukan aksinya saat pagi hingga siang hari ketika istrinya pergi ke ladang.

"Kalau ibu berkebun," kata SM kepada iNews di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (11/6/2021).

Pelaku berinisial JU ini selalu memaksa SM memenuhi hawa nafsunya sejak lima tahun terakhir, tepatnya pada 2016 lalu. Ketika itu dirinya masih berusia 16 tahun.

"Terakhir Maret 2021 kemarin," ujarnya.

Dia baru berani melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakoni ayah kandungnya ini setelah kesal dengan ulah pelaku. JU juga diketahui kerap mengonsumsi narkoba.

"Saya takut karena sering diancam," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Tellu Siattinge, Aiptu Gusnaedi mengatakan, kejadian pertamanya pada 2016. Ketika itu JU mencabuli korban dengan cara memasukkan jari ke dalam kemaluan korban yang sedang tidur.

"Korban ini takut, karena diancam akan dibunuh dan dibakar," ujarnya.

Saat ini pelaku JU diamankan di sel tahanan Polsek Tellu Siattinge. Dia dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.