Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri resmi menerima penganugerahan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan RI (Unhan), Jumat (11/6).  (ilustrasi)
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri resmi menerima penganugerahan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan RI (Unhan), Jumat (11/6). (ilustrasi)

NYENTRIK.COM, JAKARTA -- Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri resmi menerima penganugerahan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan RI (Unhan), Jumat (11/6). Penganugerahan gelar profesor kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan kepada Megawati ini dikukuhkan melalui sidang senat terbuka Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI di Aula Merah Putih, Kampus Bela Negara Unhan hari ini.

Penganugerahan diawali dengan prosesi sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Amarulla Octavian diikuti pembacaan keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi Nadiem Makarim.

"Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi Republik Indonesia Nomor 33 271/MPK. A/KP.05.00/2021 tentang pengangkatan pengangkatan dalam jabatan akademik dosen tidak tetap, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi menimbang dan seterusnya mengingat dan seterusnya memperhatikan dan seterusnya, memutuskan menetapkan dosen tidak tetap nama Doktor (HC) Megawati Soekarnoputri, unit kerja Universitas pertahanan Republik Indonesia terhitung mulai tanggal 1 Juni 2021," kata Sekretaris Senat Akademi Universitas Pertahanan Republik Indonesia saat membacakan surat keputusan.

Rektor Unhan Amarulla dalam sambutannya mengatakan, pemberian gelar profesor kehormatan karena keberhasilan dan prestasi Megawati sebagai presiden sekaligus putri terbaik bangsa. Keberhasilan ini dibuktikan dengan kiprah Megawati menjadi wakil presiden periode 1999-2002, lalu saat menjadi presiden 2002-2004.

"Di kalangan pemimpin dunia belum ada seorang wanita dapat menjabat berturut-turut sebagai Wakil Presiden dan Presiden. Sejarah dunia juga mencatat tidak banyak seorang presiden yang juga putri dari seorang presiden sebelumnya, sebagai pemimpin nasional, beliau mampu membawa negara dan bangsa melalui masa-masa sulit pasca reformasi 1998," kata Amarulla.

Amarulla mengatakan, karakter dan wibawa kuat Megawati juga mampu menyelesaikan krisis multidimensi yang melanda bangsa Indonesia. Selama periode kepemimpinannya juga, kata Amarulla, Megawati banyak menerbitkan berbagai kebijakan yang sangat mendukung tugas-tugas kementerian pertahanan dan TNI.

Berbagai ide dan gagasan tentang pertahanan juga dituangkan dalam berbagai dokumen negara dan menjadi rujukan doktrin pertahanan, strategi pertahanan, dan postur pertahanan.

"Menata komponen utama pertahanan merupakan langkah strategis mewujudkan profesionalisme TNI sekaligus membangun kesadaran pentingnya mempersiapkan komponen cadangan dan komponen pendukung di dalam sishankamrata," kata Amarulla.

Tak hanya itu, Amarulla menyebut Ketua Umum PDIP itu dalam kepemimpinannya, menjadikan Pancasila secara konsisten tak hanya sebagai falsafah negara, dasar negara, dan sekaligus landasan kebijakan pemerintahan negara. Pancasila juga diperkokoh menjadi sistem nilai pedoman berbangsa dan bernegara.