Pelaku pembunuhan digelandang polisi dengan luka tembak di kaki, Jumat (11/6/2021). (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).
Pelaku pembunuhan digelandang polisi dengan luka tembak di kaki, Jumat (11/6/2021). (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

SURABAYA, iNews.id – Pelaku pembunuhan terhadap bocah 12 tahun di Surabaya akhirnya tertangkap. Pelaku berinisial WBPM ini ditangkap di sekitar halaman Masjid Al-Araaf, Pamulang Tangerang Selatan, Banten, setelah buron selama 14 hari. 

Pelaku ditangkap setelah menghabisi bocah sekolah dasar (SD) asal Kupang Krajan V-A, Surabaya, Rabu (26/5/2021) lalu. Peristiwa tragis ini, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, dua anak tersangka bermain dengan korban JM diluar kamar kos. Kemudian timbul niat tersangka untuk menguasai handphone korban. 

Saat itu, tersangka mengambil paving dari luar kamar kos. Paving itu lantas dibawa masuk ke dalam kamar kosan. Tersangka kemudian mengarahkan kedua anaknya dan korban untuk bermain di dalam kamar. 

"Ketika korban bermain handphone, tersangka memukulkan paving ke arah leher dan kepala korban JM sebanyak 4 (empat) kali dari sisi kanan korban. Sehingga mengakibatkan kepala korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Jumat (11/9/2021).

Tersangka kemudian mengambil handphone milik korban dan mengajak dua orang anaknya pergi dan meninggalkan korban di dalam kamar kos. Korban sempat dirawat di RSUD dr Soetomo. 

Akibat luka yang diderita cukup parah, korban pun akhirnya meninggal dunia pada Rabu (2/6/2021). Tersangka mengaku menjual handphone tersebut seharga Rp500.000. "Hasilnya dipakai untuk kebutuhan ekonomi dan biaya pulang ke Jawa Barat," ujarnya. 

Akibat minimnya uang yang didapat, tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. Bahkan tersangka sempat meminta-minta bantuan kepada orang lain. Dari kota ke kota hingga sampai di wilayah Tangerang. 

Tersangka sendiri tidak memiliki tempat tinggal tetap dan selalu beristirahat di tempat umum. Baik itu di masjid, depan toko hingga halte. "Uang Rp500.000 kan tidak cukup untuk biaya perjalanan ke Jawa Barat," katanya.

Diketahui, seorang bocah berusia 12 tahun di Kupang Krajan Surabaya tewas dianiaya ayah teman bermainnya. Korban berinisial JS meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo akibat luka serius di kepalanya.