Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Kalbar, Yopi Haryadi mengatakan, hingga saat ini tercatat masih sebanyak 33 nelayan korban kapal motor tenggelam dampak cuaca buruk karena diterjang ombak, Selasa (13/7) di perairan Kalbar, masih belum ditemukan. (Antara/Slamet Ardiansyah)
Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Kalbar, Yopi Haryadi mengatakan, hingga saat ini tercatat masih sebanyak 33 nelayan korban kapal motor tenggelam dampak cuaca buruk karena diterjang ombak, Selasa (13/7) di perairan Kalbar, masih belum ditemukan. (Antara/Slamet Ardiansyah)

SuaraKalbar.id - Puluhan nelayan korban kapal tenggelam di Perairan Kalimantan Barat (Kalbar) masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan masih meneruskan pencarian.

Terhitung sudah hari kedelapan pencarian korban kapal tenggelam dilakukan. Lantaran masih banyak korban yang ditemukan, Tim SAR mengerahkan penyelam.

"Tadi pagi satu tim penyelam menggunakan Kapal SAR Laksmana menuju dua titik penyelaman, yakni di perairan barat daya kawasan Pulau Lemukutan dan Perairan Natuna," kata Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi, Kamis (22/7/2021).

Dia menjelaskan, tim penyelam itu akan melakukan pencarian di titik-titik kemungkinan korban tenggelam.

"Hingga saat ini belum ada penambahan korban yang kami temukan, sehingga datanya belum ada perubahan," katanya.

Data sementara Posko SAR Gabungan di Pontianak mencatat, hingga saat ini total anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban kecelakaan sebanyak 138 orang, sebanyak 83 orang selamat, 31 orang masih dalam pencarian, dan 24 orang ditemukan meninggal. Sedangkan jumlah kapal motor yang tenggelam sebanyak 18 unit.

Dalam kesempatan itu, Yopi menambahkan, untuk pencarian terhadap nelayan korban kapal tenggelam, pihaknya telah memperpanjang selama tiga hari atau sampai Jumat (23/7) besok.

Keputusan diperpanjangnya pencarian para korban itu juga didukung oleh semua instansi yang tergabung dalam Tim SAR yang selama ini terlibat dalam pencarian para korban tenggelam tersebut.

"Demi kemanusiaan, maka pencarian kami perpanjang dari tanggal 20 hingga 21 Juli 2021," ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 18 kapal kecelakan di Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat akibat cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021). Kapal-kapal itu diterjang ombak besar hingga dilaporkan hilang, terdampar, hingga tenggelam. (Antara)