Obat cacing ivermectine./Istimewa
Obat ini juga disalurkan sebagai bantuan untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang sedang mengalami lonjakan infeksi Virus Corona.

NYENTRIK.COM, JAKARTA – Saat ini beredar informasi di tengah masyarakat bahwa ivermectin adalah obat untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

Obat ini juga disalurkan sebagai bantuan untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang sedang mengalami lonjakan infeksi Virus Corona.

Bukan hanya di Kudus, India pun sempat menggunakan obat ini untuk penderita Covid-19 saat dilanda gelombang kedua wabah Virus Corona.

Dokte Adam Prabata lewat akun Instagram @adamprabata yang dikutip pada Jumat (11/6/2021), menyebut bahwa Badan Kesehatan PBB atau WHO dan Infectious Diseases Society of America  (IDSA) tidak merekomendasikan ivermectin untuk pasien Covid-19, kecuali untuk uji klinis.

Berikut fakta-fakta obat ivermectin yang diungkap dokter Adam:

1.Ivermectin adalah obat yang sudah disetujui untuk manusia dan hewan untuk beberapa penyakit, antarra lain: infeksi cacing pada manusia (strongyloidasis usus halus dan onchocerciasis). Kemudia, infeksi cacing pada hewan, serta obat untuk scabies dan kutu kepala.

2. Mengapa obat cacing ivermectin disebut potensi obat Covid-19?

Mengutip data National Health Institutes (NIH) bahwa, ivermectin memiliki aktivitas antiradang atau antiinflamasi, dan mencegah melekatnya Virus Corona dengan sel tubuh.

3. Bagaimana hasil penelitian efektivitas ivermectin untuk Covid-19?

Mengutip NIH, hingga saat ini ada sekitar 46 penelitian tentang efektivitas ivermectin mengobati Covid-19 pada manusia.

Dari 46 penelitian itu, ada 24 penelitian yang menggunakan metode randomized controlled trial (RCT), merupakan metode penelitian terbaik untuk mengetahui efek obat pada suatu penyakit.

Hasilnya, ujar Adam, ada penelitian yang membuktikan ivermectin bermanfaat untuk Covid-19. Tapi, ada juga penelitian yang menemukan tidak ada manfaat obat itu.

Lebih lanjut, penelitian skala kecil dengan peserta uji klinis 50 hingga 200-an orang, membuktikan obat itu bermanfaat.

Sebaliknya, penelitian dalam skala besar dengan peserta 400 orang tidak menemukan manfaat ivermectin untuk Covid-19, bahkan untuk kondisi ringan sekalipun.

4. Apakah ivermectin direkomendasikan untuk Covid-19?

Adam menyebut, bahwa NIH menegaskan belum ada data penelitian yang memadai untuk merekomendasikan atau melarang penggunaan invermectin untuk Covid-19.

Sementara, WHO dan IDSA tidak merekomendasikan invermectin untuk pasien Covid-19, kecuali untuk uji klinis.

Jadi, ujar Adam, ivermectin tidak direkomendasikan untuk diberikan sebagai obat Covid-19, kecuali untuk uji klinis.

Kemudian, bukti-bukti ilmiah yang ada sekarang sangat lemah untuk mendukung manfaat ivermectin bagi pasien Covid-19.