Photo by: Killian Pham on Unsplash

Artikel ini merupakan kerja sama LINE TODAY x Quora untuk memberikan ruang diskusi yang bermanfaat. Kami juga mengajak pembaca untuk memberikan pendapat di kolom komentar.

---

Mengapa jendela pesawat harus dibuat oval?

Dijawab di Quora Indonesia oleh Teddy Teguh:

Agar beban tekanan udara dalam kabin tersebar merata di seluruh bingkai jendela.

Awalnya jendela pesawat berbentuk kotak.

Tidak ada masalah, sebab saat itu pesawat bermesin piston dengan ketinggian jelajah dibawah 3000 meter.

Kemudian ditemukan mesin jet yang membuat pesawat bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi, yaitu lebih dari 8000 meter.

Akibatnya dibutuhkan kabin bertekanan supaya penumpang tidak sesak nafas kekurangan oksigen.

Lalu di dibuatlah pesawat Comet de havilland. Inilah pesawat komersial bermesin jet dengan kabin yang bertekanan pertama di bumi.

Perhatikan bahwa jendelanya masih kotak.

Sampai suatu ketika, di tahun 1953 - 1954, Tuhan menakdirkan tiga buah Comet mengalami musibah. Tidak ada satupun penumpang yang bisa ditanyai tentang apa yang telah terjadi, sebab mereka semua dipanggil oleh Sang Khalik.

Akhirnya dilakukanlah penyelidikan independence day yang melibatkan sekelompok insinyur penerbangan dan ilmuwan.

Pecahan pesawat dikumpulkan dan dipelototin. Pada sirip tegak ditemukan selembar tempelan koran. Dari sini disimpulkan bahwa telah terjadi ledakan di kabin.

Para penyelidik curiga bahwa ada yang tidak beres pada struktur pesawat. Pecahan pesawat dikumpulkan dan dirakit ulang, kemudian dilakukan uji tekanan. Telihat muncul keretakan pada sudut pintu dan jendela.

Beban tekanan terpusat pada sudut. Akibatnya muncul keretakan dan pecahlah.

Muncullah llmu baru : "Pintu dan jendela pesawat tidak boleh bersudut lancip."

Sungguh besar jasa bangsa Inggris dalam revolusi struktur kapal terbang. Jasamu akan dikenang sepanjang masa.

Nah masalahnya sekarang adalah, pesawat Comet jadi tidak laku. Setelah penyelidikan selesai, perusahan penerbangan beralih menggunakan Boeing 707.

Padahal Boeing belajar soal jendela ini dari Comet. Comet sendiri juga sudah memperbaiki kelemahan strukturnya, semua jendela sudah diganti jadi oval seperti telur paskah.

Tapi masyarakat tetap tidak mau tahu. Mereka sudah terlanjur sakit hati karena beranggapan bahwa puluhan penumpang dijadikan tumbal demi kemajuan ilmu penerbangan. Apes dah.

Oya, soal pelanggaran larangan benda bersudut lancip jika ia menahan beban berat juga pernah terjadi di Indonesia. Tepatnya di ITB yang konon menjadi pusatnya teknologi itu.

Jadi ceritanya begini, doeloe pada tahun 1990 an dibuatlah terowongan bawah tanah yang menghubungkan kampus ITB dengan Gedung Kesenian Sabuga.

Awalnya sih desain dasarnya berbentuk setengah lingkaran. Supaya lebih keren, didesain menjadi segi enam seperti ini :

Keren kan ?

Setelah terowongannya jadi tahun 1997, ditemukanlah keretakan pada sudut tertentu. Terowongan sempat ditutup, tapi tampaknya sampai sekarang masih baik baik saja.