SHUTTERSTOCK/JPC-PROD
Ilustrasi obesitas. FDA akhirnya menyetujui dan memberi izin penggunaan obat penurun berat badan, Wegovy untuk membantu orang obesitas di Amerika Serikat turunkan berat badannya tanpa operasi.

NYENTRIK.COM- Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), menyetujui penggunaan obat penurun berat badan sebagai pengobatan obesitas.

Seperti diketahui bahwa obesitas adalah penyakit endemik di negara ini. Banyak orang di Amerika Serikat mengalami penyakit obesitas atau kelebihan berat badan.

Wegovy, terapi manajemen berat badan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Denmark Novo Nordisk, adalah obat penurun berat badan pertama yang disetujui FDA sejak 2014, tetapi obat ini bukan sepenuhnya baru.

Obat yang sama, semaglutide, juga telah digunakan di AS dan negara-negara lain sebagai obat anti-diabetes selama bertahun-tahun.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (11/6/2021), baru-baru ini, bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa obat penurun berat badan, semaglutide pada dosis yang berbeda juga dapat berfungsi sebagai penekan nafsu makan yang kuat dan efektif.

 

 

Dalam sebuah penelitian, para penelitian melaporkan, pengobatan jangka panjang dengan obat tersebut menyebabkan berat badan turun rata-rata hampir 15 persen.

Studi tersebut telah dipublikasikan awal tahun 2021, melibatkan hampir 2.000 orang dewasa dengan obesitas dari 16 negara berbeda. Beberapa orang, bahkan mengaku telah kehilangan lebih banyak kelebihan berat badan yang dialaminya.

Sebanyak 30 persen dari kelompok penelitian obat penurun berat badan itu, bahkan telah berhasil menurunkan berat badan hingga lebih dari 20 persen.

Turunkan berat badan tanpa operasi

Para ilmuwan menyebut bahwa hasil penurunan berat badan dengan obat tersebut adalah sangat luar biasa.

"Tidak ada obat lain yang mendekati tingkat penurunan berat badan ini. Ini benar-benar mengubah permainan," kata peneliti obesitas Rachel Batterham dari University College London.

"Untuk pertama kalinya, orang obesitas dapat mencapai (penurunan berat badan) melalui obat-obatan, yang (selama ini) hanya mungkin dilakukan melalui operasi penurunan berat badan," imbuhnya.

Pada Jumat pekan lalu, FDA telah mengumumkan bahwa Wegovy, dengan semaglutide, telah disetujui untuk sebagai pengobatan berat badan kronis pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

Obat penurun berat badan itu ditujukan pada orang yang memiliki setidaknya satu kondisi terkait berat badan seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus tipe 2 atau kolesterol tinggi.

Terapi dari obat penurun berat badan ini, diharapkan akan diluncurkan oleh Novo Nordisk di Amerika Serikat pada akhir bulan ini.

Obat ini hadir dalam bentuk suntikan yang diberikan satu minggu sekali, dengan memberikan hormon glukagon-like peptide-1 (GLP-1) yang dapat membuat orang obesitas yang menerima obat ini merasa lebih kenyang.

Sehingga, dapat membantu mereka untuk kemudian makan dengan porsi lebih sedikit.

 

Sebelum menyetujui obat penurun berat badan Wegovy, FDA meninjau hasil dari empat uji klinis double-blind, plasebo terkontrol yang terpisah.

Uji klinis itu dilakukan selama 68 minggu dan melibatkan total sekitar 4.500 pasien, yang secara acak menerima Wegovy atau plasebo.

Hasil sedikit berbeda di setiap percobaan yang tergantung pada parameter percobaan tertentu.

Akan tetapi, Novo Nordisk mengatakan bahwa penurunan berat badan rata-rata 17-18 persen dapat bertahan selama lebih dari 68 minggu pada orang dengan obesitas tanpa diabetes mellitus tipe 2.

Mereka yang menggunakan Wegovy, selain mengadopsi manajemen pengurangan rencana makan kalori, juga melakukan peningkatan aktivitas fisik.

Sebaliknya, pada kelompok plasebo, mengalami penurunan berat badan yang jauh lebih rendah.

Dalam satu uji coba, di mana kelompok Wegovy mengalami rata-rata penurunan berat badan hingga 14,9 persen, hanya 2,4 persen dalam kondisi identik, yang menunjukkan bahwa semaglutide membantu orang makan lebih sedikit.

Hampir tiga perempat atau sekitar 73,6 persen orang dewasa di Amerika Serikat berusia 20 tahun atau lebih mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Diharapkan obat baru ini dapat membantu ribuan orang Amerika dengan penyakit terkait berat badan untuk dapat mengatur asupan makanan mereka.

 

Efek samping ringan yang dilaporkan dari uji klinis obat tersebut antara lain, sepeti mual, diare, muntah, sembelit dan sakit perut.

Ketidaknyamanan ini cukup untuk beberapa dalam kelompok untuk menghentikan pengobatan, tetapi bagi banyak orang yang tidak merasakan efek samping, maka terapi penurunan berat badan dengan obat ini yang berpotensi mengubah hidup dapat dicapai.

"Ini adalah pertama kalinya kami melihat penurunan berat badan sebesar ini dengan obat," kata pakar obesitas Robert Kushner dari Northwestern University, yang mengawasi penelitian tersebut.

Kushner menambahkan bahwa dengan disetujuinya obat penurun berat badan oleh FDA ini, memberi orang dengan obesitas pilihan non-bedah sekali seminggu dengan hasil yang belum pernah ditunjukkan dengan obat anti-obesitas sebelumnya.

Penulis: Holy Kartika Nurwigati SumartiningtyasEditor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas