Sewa Pemijat ke Kamar Kos, Tiga Pemuda Ini Gilir Korban Sampai Pingsan
Tim Anti Bandit Polsek Gubeng menangkap tiga pemuda pelaku pemerkosaan terhadap NH, 31, terapis pijat refleksi asal Karangpenang, Sampang yang tinggal di kawasa

SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Gubeng menangkap tiga pemuda pelaku pemerkosaan terhadap NH, 31, terapis pijat refleksi asal Karangpenang, Sampang yang tinggal di kawasan Sidosermo, Wonocolo, Surabaya. 

Tersangka Farchan Candra Prasasti, 20, warga Jalan Pacar Keling VII, Gayub Dwi Ramadhani, 22, warga Jalan Jolo Tundo Baru I, dan  Valentino Mario Dwi Putra, 27, warga Jalan Mojo III F, Surabaya.

Selain melakukan tindakan pemerkosaan, tersangka juga merampas handphone (HP) dan uang milik korban.

Kasus pemerkosaan disertai dengan perampasan ini bermula saat ketiga tersangka menyewa kamar kos harian di Jalan Bratang Jaya, Gubeng, Sabtu malam (12/6).

Saat itu tersangka menyewa kamar kos di lantai tiga kamar nomor 9 dengan durasi sewa per 3 jam Rp 75 ribu. Sekitar pukul 19.52, ketiga tersangka masuk ke kamar kos dan duduk-duduk santai.

Tidak lama berselang HP tersangka Farchan dipinjam Gayub untuk memesan pijat refleksi melalui aplikasi Mi Chat. Kemudian didapati NH dengan harga Rp 250 ribu dengan durasi 90 menit.

NH kemudian datang ke indekos yang disewa tersangka sekitar pukul 23.30. Dia diantar suaminya ke kos yang disewa para tersangka.

Kemudian, NH masuk ke kamar yang disewa tersangka. Sementara Farchan dan Valentino masuk ke dalam almari baju untuk sembunyi. Sebab, saat itu yang pijat hanya Gayub.

Sekitar pukul 01.00, NH saat itu masih memijat Gayub. Setengah jam kemudian pemijatan selesai. Gayub duduk di kursi kamar kos. Sementara, NH duduk di pojok kasur kamar sambil mengoperasikan ponsel.

"Tersangka Valentino kemudian keluar dari almari lalu membekap mulut dan badan korban dari belakang," ujar Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli didampingi Kanit Reskrim AKP Wardi Waluyo, Jumat (18/6).

Sementara lanjut Akay, tersangka Gayub membantu memegangi kaki dan tangan NH. Setelah dibekap, korban akhirnya pingsan. Kemudian dibaringkan di kasur. 

"Ketiga tersangka lalu menyetubuhi korban secara bergantian. Selain itu HP dan uang Rp 40 ribu milik korban juga diambil," bebernya. Puas melampiaskan hasrat, ketiga tersangka lalu kabur meninggalkan kamar. 

Sementara suami korban yang menunggu di bawah curiga. Sebab, waktu pemijatan sudah habis tapi korban tidak kunjung turun. Akhirnya suami korban naik ke atas bersama penjaga kos. Sesampainya di kamar, suami korban terkejut.

Pasalnya, korban ditemukan dalam kondisi tak sadar, didapati luka memar, lebam, luka berdarah di wajahnya dan punggung belakang. 

Setelah kejadian tersebut, suami korban membangunkan NH. Setelah sadar korban bercerita baru saja mendapatkan tindakan kasar dan tak senonoh dari pelaku. Kemudian suami korban melapor ke Polsek Gubeng.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku teridentifikasi. Tersangka Farchan dibekuk saat bekerja menjaga warkop di Jalan Taman Teratai, Surabaya Minggu siang (13/6).

Sementara, Gayub dicokok di rumahnya, Selasa siang (15/6). Setelah menangkap Gayub, polisi kemudian meringkus Valentino di rumahnya pada Selasa malam.

"Ketiganya telah mengakui perbuatannya dan sebelumnya sudah direncanakan. Saat ini tersangka sudah ditahan," tegas mantan Kasat Intelkam Polres Bojonegoro itu.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti motor Honda Supra X milik tersangka, HP, tas cangklong, KTP, pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, dan sprei tempat tidur. (rus/jay)