Jump to content
advertisement_alt

matamatapolitik

Members
  • Content count

    123
  • Joined

  • Last visited

Community Reputation

0 Neutral
  1. Tuduh Iran terus mengembangkan nuklir, AS mengumumkan putaran sanksi Iran terbaru terhadap 14 orang dan 17 entitas di Iran. Pejabat senior pemerintah AS mengatakan bahwa sanksi Iran tersebut menargetkan “para ahli teknis dan entitas penting yang terkait dengan upaya senjata nuklir Iran sebelumnya.” Oleh: Jennifer Hansler dan Zachary Cohen (CNN) Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (22/3) menjatuhkan sanksi terhadap 14 orang dan 17 entitas yang terkait dengan SPND—organisasi Iran untuk pertahanan, inovasi, dan penelitian. “Kampanye tekanan maksimum kami pada #Iran berlanjut dengan sanksi hari ini pada target yang terlibat dalam program nuklir rezim, termasuk mantan ilmuwan senjata nuklir. Kami akan tanpa henti menyangkal kemampuan Iran untuk terlibat dalam proliferasi WMD (senjata pemusnah massal) dan semua kegiatannya yang melanggar hukum,” Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berkata dalam sebuah tweet. Dalam mengumumkan sanksi Iran tersebut, para pejabat senior pemerintah AS mengatakan berulang kali, bahwa keberadaan SPND dan organisasi bawahannya dapat memberikan perlindungan bagi Iran untuk melanjutkan kegiatan yang berkaitan dengan rudal, terlepas dari penilaian Badan Energi Atom Internasional dan komunitas intelijen AS, bahwa Iran belum terlibat dalam kegiatan yang melanggar kesepakatan nuklir Iran. “Dalam aksi demi aksi selama beberapa tahun terakhir, rezim Iran sangat ahli dalam membangun perusahaan-perusahaan ini, berpura-pura seolah-olah mereka dari tempat lain melakukan sesuatu yang lain, namun mengambil keuntungan dalam berbagai cara berbeda dari sistem keuangan internasional,” kata seorang pejabat senior pemerintah. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  2. Beijing semakin memperkuat kontrolnya di Laut China Selatan. Namun apa tahap selanjutnya dalam militerisasi China di wilayah tersebut? Selama ancaman eksternal di Laut China Selatan masih ada, akuisisi dan pembangunan China diperkirakan akan terus bergerak maju. Tahap selanjutnya dari ekspansi China di Laut China Selatan adalah konsolidasi dan pengayaan militer atas aset teritorialnya. Oleh: Scott N. Romaniuk dan Tobias Burgers (The Diplomat) Ekspansi China yang mencengangkan di Laut China Selatan seluas 1,35 juta mil persegi dan militerisasi di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir, telah menciptakan lingkungan keamanan yang kompleks. Tahap awal dari kompleksitas yang semakin berkembang itu didasarkan pada kepentingan dan ekspansi geopolitik, khususnya selama masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Meskipun telah diperdebatkan bahwa ketegangan regional mungkin tetap stabil karena China telah menghentikan upaya ekspansi wilayahnya ke selatan, namun lingkungan keamanan regional yang kompleks dapat memasuki tahap baru ketegangan dan kompleksitas yang meningkat selama tahun 2019. Tahap berikutnya ini dapat muncul sebagai akibat dari dorongan berdedikasi China untuk mengkonsolidasikan kekuatannya di Laut China Selatan (LCS) melalui penggunaan kekuatan militer dan politik secara bersamaan, dengan ancaman tajam sebagai hasil dari patroli militer dan penyebaran pesawat pengintai, kapal perusak berpemandu rudal, dan tumpukan peralatan militer. Terlepas dari jeda sesaat dalam meningkatkan kendali di Laut China Selatan, perilaku China di Laut China Selatan menunjukkan tujuan untuk mencapai dominasi regional. Namun, Beijing belum mencapai tingkat kontrol yang ia cari di jalur strategis tersebut. Di wilayah di mana lima pihak lainnya—Vietnam, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan—telah membuat klaim teritorial, posisi China masih berada di bawah tekanan dan aset teritorialnya berada di bawah ancaman yang berkelanjutan. Memang, protes Beijing terhadap apa yang dilihatnya sebagai serangan AS yang provokatif—yang dilihat China sebagai agresi militer terang-terangan—berfungsi sebagai indikasi kuat bahwa aset dan kepentingan China di kawasan tersebut masih rentan. Selama ancaman eksternal masih ada, akuisisi dan pembangunan diperkirakan akan terus bergerak maju. Setelah kampanye pembangunan awal pulau China selama hampir 10 tahun, tahap selanjutnya dari ekspansi China di Laut China Selatan adalah konsolidasi dan pengayaan militer atas aset teritorialnya—mengumpulkan banyak pulau kecil yang sebelumnya dianggap tidak dapat dihuni, termasuk Scarborough Shoal (Huangyan Dao) yang strategis, yang terletak hanya 140 mil sebelah barat pulau Luzon Filipina yang besar, dan saat ini sedang dalam pengembangan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  3. Setelah serangan di masjid Christchurch, Selandia Baru, pekan lalu, terdapat pertanyaan yang muncul di antara masyarakat Selandia Baru: apakah kita setoleran yang kita kira? Selandia Baru memang terkenal sebagai negara yang sangat toleran, namun pembantaian pekan lalu menjadi ajang refleksi. Meski pelaku berasal dari Australia, tapi dia tinggal di sini, dia berlatih di klub senapan di sini, dia didukung di sini. Kejadian itu terjadi di Selandia Baru, dan itu dimulai dengan ujaran kebencian yang dibiarkan tumbuh secara online. Oleh: Anna Fifield (The Washington Post) Masyarakat Selandia Baru suka menganggap diri mereka sebagai tempat yang terbuka dan toleran. Dan dengan melihat banyak bukti, mereka memang seperti itu. Kami sangat seperti itu. Ketika saya kembali ke negara asal saya untuk meliput tragedi yang tak terbayangkan terjadi di Selandia Baru, saya terkejut oleh betapa banyak perubahan dalam hampir 20 tahun saya pergi. Sekarang, 1 dari 4 warga negara Selandia Baru lahir di luar negeri. Ada lebih dari 200 etnis yang terwakili dalam populasi 4,8 juta orang itu—lebih banyak etnis daripada jumlah negara yang terwakili di PBB. Ketika Presiden Trump membatasi jumlah pengungsi, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern meningkatkan kuota pengungsi Selandia Baru. Dalam dunia populisme anti-imigran yang berkembang, banyak orang di Selandia Baru merasa seperti mereka menuju ke arah yang benar. Tetapi serangan pada Jumat (15/3) lalu di dua masjid di Christchurch, yang menewaskan 50 orang, telah menjadi kesempatan untuk berkaca dan juga sangat mengejutkan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  4. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, pernyataan Senator Fraser Anning menunjukkan kurangnya pemahaman tentang Islam. Anning menghubungkan aksi teror di Selandia Baru dengan imigrasi Muslim ke negara itu. Atas komentarnya itu, Anning juga sudah “dihadiahi” sebutir telur yang ditimpukkan ke kepalanya. Oleh: Kate Lamb (The Guardian) Kementerian luar negeri Indonesia telah memanggil duta besar Australia di Jakarta untuk mengutarakan kejaman keras terhadap pernyataan kontroversial senator Fraser Anning. Pernyataan Anning itu dikeluarkan sehubungan peristiwa berdarah aksi teror di Selandia Baru. Dalam sebuah pertemuan di ibu kota Indonesia pada hari Senin, menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan kepada duta besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, bahwa Indonesia secara tegas mengecam komentar senator itu. Berbicara dari negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, juru bicara kementerian luar negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pernyataan Anning menunjukkan kurangnya pemahaman tentang Islam dan pandangannya tentang agama “sangatlah sempit.” Aksi terorisma, ujarnya, tidak bisa diasosiasikan dengan agama manapun. “Pikiran yang diungkapkan oleh senator Australia itu tidak pantas dan tidak memiliki tempat di dunia modern, baik itu di Australia, Indonesia, atau tempat lainnya,” ujarnya. Beberapa jam setelah serangan mengejutkan terhadap dua masjid di kota Selandia Baru, Christchurch, pada hari Jumat (15/3), yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia, Anning mengeluarkan pernyataan menghubungkan penembakan itu dengan imigrasi. Komentar yang tidak pantas itu telah dikecam secara luas, termasuk oleh perdana menteri Australia, Scott Morrison, dan oleh Quinlan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  5. Penembakan di dua masjid Christchurch telah mengguncang komunitas Muslim di kota itu, dan di seluruh Selandia Baru. Aksi terorisme tersebut memakan 50 korban jiwa, dan melukai puluhan lainnya. Tak lama setelah pembantaian itu diberitakan, umat Muslim dari berbagai penjuru Selandia Baru segera mendatangi Christchurch untuk memberikan dukungan mereka. Oleh: Lane Sainty (Buzzfeed News) Pada Sabtu malam (16/3), Kiore, seorang pria tunawisma yang telah hidup di jalanan Christchurch sejak tahun 2010, duduk di belakang 49 lilin di depan Rumah Sakit Christchurch, satu lilin untuk setiap orang yang dibunuh ketika mereka sholat di dua masjid di Christchurch pada hari Jumat (15/3). Dia tampak tak percaya pada apa yang terjadi. “Ini takdir Tuhan. Hal seperti ini tidak terjadi begitu saja. Ini kuasa Tuhan. Ini adalah rumah yang aman. Tempat yang aman,” katanya kepada BuzzFeed News. Dia menunjuk pada lilin-lilin itu. “Saya akan duduk di sini sampai semua lilin itu mati.” Ketika Kiore menunggu, nyala api kecil menerangi deretan trotoar, beberapa pria Muslim berkumpul di depan rumah sakit, di sepanjang jalan Riccarton Avenue. Salah satunya adalah Ahmed Parkar, jamaah masjid Mt Roskill di Auckland. Dia mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa dia segera pergi ke Christchurch, bersama dengan sekitar 50 pria lain dari masjidnya, ketika imamnya meminta sukarelawan untuk mengunjungi Christchurch. “Saya mendapat telepon pagi ini pada jam 6, saya langsung mengepak tas saya dan saya tiba di sini sekitar jam 9,” katanya. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  6. Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan, teroris yang menyerang dua masjid di Christchurch berniat untuk melakukan aksi pembunuhannya sebelum ia berhasil dihentikan oleh polisi setempat. Penembakan di Selandia Baru sampai saat berita ini dinaikkan telah memakan 50 korban jiwa. Aksi terorisme itu, yang tampaknya disiarkan langsung untuk sesaat di media sosial, adalah pembantaian massal paling mematikan di Selandia Baru sejak tahun 1943. Oleh: Nicole Chavez, Helen Regan, Sandi Sidhu, dan Ray Sanchez (CNN) Para jamaah salat Jumat melarikan diri dari penembakan di Selandia Baru, dengan putus asa memanggil polisi dan meringkuk berlindung di bawah bangku-bangku di dua masjid di Christchurch sebelum dua petugas polisi komunitas bersenjata ringan mengejar mobil pelaku penembakan hingga keluar jalan dan mengakhiri serangan setelah 36 menit yang menakutkan. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah bertekad akan melanjutkan serangannya jika dia tidak dihentikan. “Ada dua senjata lain di dalam kendaraan tempat pelaku berada dan dia benar-benar berniat untuk melanjutkan serangannya,” tuturnya kepada wartawan. Polisi Selandia Baru mengumumkan hari Minggu (17/3) bahwa 50 orang telah tewas dan 50 orang lainnya terluka dalam serangan terorisme dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengejutkan negara tersebut dan dunia. Tersangka, Brenton Harrison Tarrant, muncul di pengadilan hari Sabtu (16/3), didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan. Ardern mengatakan ada lebih banyak tuduhan yang akan dikenakan. Tarrant, 28 tahun, diborgol dan mengenakan terusan penjara berwarna putih ketika dia berjalan perlahan memasuki ruang sidang. Dia tidak mengajukan pembelaan, tetapi melakukan gestur tangan yang berkaitan dengan kaum supremasi kulit putih. Pelaku penembakan telah kembali ditahan dan dijadwalkan untuk muncul kembali di pengadilan tanggal 5 April 2019. Pihak berwenang Selandia Baru telah menerapkan langkah-langkah keamanan ekstra. Ruang sidang ditutup untuk umum, nama korban dirahasiakan oleh pihak berwenang, dan hakim memutuskan bahwa foto-foto wajah tersangka di pengadilan harus diburamkan. Serangan itu, yang tampaknya disiarkan langsung untuk sesaat di media sosial, adalah pembantaian massal paling mematikan di Selandia Baru sejak tahun 1943. Ardern menyebut penembakan itu sebagai serangan teroris, kemudian bersumpah akan mengubah undang-undang senjata di Selandia Baru. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  7. Senat pada Rabu (13/3) memerintahkan militer AS untuk mengakhiri dukungan untuk Arab Saudi di Perang Yaman. Ini akan menandai kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir di mana Senat telah menolak keikutsertaan Amerika Serikat dalam kampanye pengeboman oleh Arab Saudi di Yaman, yang telah dikecam oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia karena memperburuk salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Oleh: Karoun Demirjian (The Washington Post) Pada Rabu (13/3), Senat mengadakan pemungutan suara untuk mengakhiri dukungan Amerika Serikat (AS) untuk kampanye militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman—teguran terbaru untuk pemerintah Trump yang terus merangkul monarki Arab Saudi, meskipun kalangan anggota parlemen telah semakin frustrasi dengan tindakannya di panggung dunia itu. Hasil pemungutan suara itu 54 banding 46, yang menandai kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir di mana Senat telah menolak keikutsertaan Amerika Serikat dalam kampanye pengeboman oleh Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi Yaman, yang dilakukan atas nama menahan ekspansi Iran di wilayah tersebut. Tetapi upaya yang dipimpin Arab Saudi—yang kadang-kadang menargetkan fasilitas sipil dan mencegah pengiriman bantuan ke Yaman—telah dikecam oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia karena memperburuk salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. “Kita seharusnya tidak terlibat dengan kampanye pengeboman yang kemungkinan merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia,” kata Senator Chris Murphy (D-Conn.) di ruang Senat, pada Rabu (13/3). Resolusi itu masih harus melalui DPR, di mana anggota DPR meloloskan resolusi yang hampir sama untuk mengakhiri partisipasi Amerika Serikat dalam perang Yaman pada awal tahun ini. Namun, tidak mungkin kedua majelis itu akan memiliki suara yang diperlukan untuk mengakhiri dukungan Amerika Serikat di perang itu, jika Presiden Trump memveto resolusi tersebut. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  8. Satu pelaku penembakan di Selandia Baru telah didakwa melakukan pembunuhan, setelah ia menembaki dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan setidaknya 49 orang pada Jumat (15/3). Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, mengatakan bahwa pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Australia itu diperkirakan akan muncul di pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3). Dua orang lainnya ditangkap karena memiliki senjata api, namun polisi masih berusaha memastikan keterlibatan mereka. Oleh: Eliza Mackintosh dan Gianluca Mezzofiore (CNN) Seorang pria berusia 28 tahun telah didakwa melakukan pembunuhan sehubungan dengan serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3), yang menewaskan sedikitnya 49 orang. Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, mengatakan bahwa pria itu diperkirakan akan muncul di pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3). Pelaku penembakan di Selandia Baru tersebut merekam video serangan pada salat Jumat tersebut, dan mengunggah manifesto online dengan nama Brenton Tarrant. CNN belum mengkonfirmasi apakah ini adalah nama aslinya. Itu adalah nama yang digunakannya secara online. Polisi Selandia Baru belum secara terbuka mengidentifikasi penembak itu. Bush mengatakan bahwa dia tahu ada nama yang beredar di media, tetapi mengatakan bahwa dia belum bisa mengkonfirmasinya. Berbicara pada konferensi pers pada Sabtu (16/3) pagi, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa penembak itu berasal dari Australia dan bukan penduduk Christchurch. Dia belum muncul di daftar pengawasan teror, katanya. “Orang ini telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia dengan periode waktu yang singkat di Christchurch,” katanya. Dia baru-baru ini berbasis di Dunedin, sebuah kota di selatan Christchurch, katanya. Tersangka utama memperoleh izin senjata pada November 2017 dan mulai membeli senjata pada bulan berikutnya, katanya. Ardern mengatakan bahwa polisi menemukan lima senjata di lokasi kejadian—dua senjata semi-otomatis, dua senapan, dan sebuah senjata api pengungkit. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  9. Polemik mengenai pengembangan konsep wisata halal di Indonesia kembali ramai, setelah cawapres dari kubu 02 Sandiaga Uno kembali membahasnya pada saat kunjungannya ke Bali. Bahkan, sempat terjadi “berebut klaim” ide wisata halal, ketika cawapres kubu 01 Ma’ruf Amin mengaku bahwa dirinyalah yang lebih dulu mencetuskan, sedangkan Sandi hanya mengekor. Terlepas dari hal itu, beberapa pihak ternyata tak sependapat dengan Sandi soal pengembangan wisata halal. Oleh: Mata Mata Politik Calon wakil presiden (cawapres) kubu 02 Sandiaga Uno kembali membahas wacana tentang menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi wisata halal. Selepas kunjungannya ke situs wisata di Bali, dia juga memaparkan potensi Bali sebagai tujuan wisata halal andalan Indonesia. Menurut Sandi, potensi pasar wisatawan Muslim dunia mencapai miliaran orang dan potensi pendapatannya mencapai ribuan triliun. Selain itu, Sandi menilai, mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata halal tak akan mengubah karakter dan ciri khas Pulau Dewata. Namun wacana pengembangan wisata halal dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai ide yang kurang menjanjikan. Menurut JK, memang ada permintaan untuk produk wisata halal dari beberapa negara Timur Tengah, namun jumlahnya tak banyak. “Memang ada turis-turis yang banyak mulai dari negara Islam yang mereka sudah naik pendapatannya di Timur Tengah, ingin seperti itu (Wisata Halal). Tapi setahu saya jumlahnya sedikit (yang mempersoalkan adanya opsi wisata halal),” kata JK, seperti dilansir Kumparan.com, Kamis (14/3). Baca Artikel Selengkapnya di sini
  10. Awal tahun ini, pemerintah Jerman membahas kebutuhan untuk memastikan keamanan jika Huawei digunakan. Kanselir Angela Merkel mengatakan, mereka berusaha memastikan bahwa perusahaan tidak akan menyerahkan semua informasinya kepada pemerintah China. Amerika Serikat mengatakan, jika Jerman memutuskan untuk bekerja sama dengan menggunakan teknologi Huawei, mereka akan kehilangan akses ke intelijen AS. Oleh: Kylie Atwood dan Nicole Gaouette (CNN) Amerika Serikat (AS) telah menekankan ancamannya untuk membatasi pembagian intelijen dengan negara-negara yang menggunakan teknologi China Huawei untuk membangun jaringan komunikasi 5G mereka. Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell mengirim surat kepada pemerintah Jerman pekan lalu, yang mengancam akan membatasi akses Jerman ke intelijen AS jika Berlin memutuskan untuk menerbitkan kontrak dengan Huawei, menurut seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut. “Menteri Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi memang telah menerima surat; tidak ada komentar mengenai isinya dari pihak mereka. Akan ada jawaban cepat,” kata Matthias Wehler, juru bicara Kedutaan Jerman di DC. Jerman mengumumkan pada 7 Maret, bahwa mereka tidak akan melarang perusahaan mana pun untuk menawar kontrak 5G. Surat itu—yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal—menyuarakan kembali teguran keras peringatan oleh para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, yang menandai dugaan koneksi Huawei dengan intelijen China, dan kemampuannya untuk merusak keamanan nasional dengan menjual peralatan “jalan belakang” yang memungkinkan pengawasan tanpa izin. GANGGUAN BESAR CNN melaporkan pada Senin (11/3), bahwa meskipun operator nirkabel utama AS dan pemerintah federal menghindari Huawei karena masalah keamanan nasional, namun teknologinya secara luas digunakan oleh sejumlah operator kecil yang disubsidi federal yang membeli perangkat keras buatan China yang lebih murah untuk ditempatkan di atas menara seluler mereka—dalam beberapa kasus itu memberikan cakupan eksklusif ke daerah pedesaan yang dekat dengan pangkalan militer AS. Seiring lobi AS melawan Huawei—yang sekarang menjadi produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia—masalah ini menimbulkan ketegangan dalam hubungan AS dengan beberapa sekutu, dan sangat mengganggu hubungan AS-China yang sudah tegang karena gesekan perdagangan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  11. Walaupun Israel memiliki warga negara Arab-Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya itu adalah negara bangsa Yahudi. Pernyataannya itu mengacu pada undang-undang kontroversial Israel hanyalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi. Memicu kontroversi, ia menegaskan bahwa orang-orang Arab memiliki hak yang sama. Oleh: Agence France-Presse/The Guardian Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel “bukan negara untuk semua warganya”, mengacu ke populasi Arab negara itu. Dalam komentarnya di Instagram, perdana menteri mengatakan bahwa semua warga negara, termasuk orang Arab, memiliki hak yang sama, tetapi ia merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bangsa untuk orang-orang Yahudi. “Israel bukan negara untuk semua warganya,” tulisnya dalam menanggapi kritik dari aktor Israel, Rotem Sela. “Menurut hukum kewarganegaraan dasar yang kami berikan, Israel adalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi―dan hanya itu. “Seperti yang Anda tulis, tidak ada masalah dengan warga Arab Israel. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita semua dan pemerintah Likud telah berinvestasi lebih banyak di sektor Arab daripada pemerintah lainnya,” katanya tentang partai sayap kanannya. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  12. Seorang pembicara untuk Fox News mempertanyakan, apakah hijab yang dikenakan oleh anggota kongres Ilhan Omar tanda bahwa ia lebih setia terhadap hukum Syariah dibanding konstitusi Amerika Serikat. Ilhan Omar adalah seorang anggota kongres berdarah Somalia, beragama Islam dan mengenakan hijab. Ia menjadi sorotan setelah beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang dianggap anti-Semit. Oleh: David Goldman (CNN) Jeanine Pirro dari Fox News pada hari Sabtu (9/3), mempertanyakan apakah agama Islam perwakilan kongres Ilhan Omar akan menjadi penghalang terhadap Konstitusi Amerika Serikat. Pernyataan kontroversial Ilhan Omar tentang Israel telah menempatkannya dalam sorotan. Pirro menyiratkan dalam acaranya, bahwa keyakinan Omar tentang Israel berasal dari agamanya. Omar adalah Somalia-Amerika dan seorang Muslim yang menggunakan hijab. “Coba pikirkan: Omar mengenakan hijab,” ujar Pirro dalam acara “Justice” di Fox News. “Apakah kepatuhannya terhadap doktrin Islam ini mengindikasikan kepatuhannya kepada hukum Syariah, yang pada dasarnya berlawanan dengan Konstitusi AS?” Baca Artikel Selengkapnya di sini
  13. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan, Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) bukanlah diplomasi jebakan utang China. Ia menunjukkan bagaimana berbagai negara bisa tumbuh lebih cepat setelah menandatangani proyek raksasa ini. Pernyataan Wang itu muncul setelah peringatan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kepada Filipina. Oleh: Danson Cheong (The Straits Times) China telah sekali lagi menyanggah tudingan bahwa Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) miliknya adalah bentuk dari diplomasi jebakan utang China ataupun suatu alat geopolitis untuk memperluas pengaruh China. China menegaskan bahwa negara-negara yang berpartisipasi bisa berkembang lebih cepat dan telah mendapatkan manfaat seutuhnya. Respons ini tiba satu hari setelah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Filipina agar tidak berhutang terlalu besar kepada China. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyanggah sudut pandang tersebut pada hari Jumat (8/3) dengan menunjukkan berbagai proyek infrastruktur di bawah negara-negara mitra BRI—termasuk jalan raya pertama di Afrika Timur, terowongan rel bawah tanah yang berada di dalam pegunungan Kazakhstan dan upaya lain yang tengah berlangsung untuk membangun jaringan kereta cepat di Asia Tenggara. “Fakta-fakta seperti ini adalah bukti bahwa BRI bukanlah jebakan utang yang akan menjerumuskan negara-negara, tapi adalah bagian ekonomi yang akan menguntungkan populasi lokal. Hal ini bukanlah alat geopolitis melainkan kesempatan bagus untuk berbagi perkembangan,” ujar Wang, berbicara dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat yang diadakan di sela-sela pertemuan legislatif di Beijing. Pada hari Kamis, dalam kunjungannya ke Manila, Mahathir telah memberikan peringatan kepada Filipina yang tengah menerima kucuran dana dari China untuk membangun infrastruktur-infrastrukturnya. Mahathir mengatakan: “Jika Anda meminjam sejumlah besar uang dari China dan Anda tidak bisa membayar, Anda tahu ketika seseorang menjadi peminjam ia akan berada di bawah kontrol pemberi pinjaman, jadi kita harus sangat berhati-hati dengan hal itu.” Sekitar 123 negara dan 29 organisasi telah menandatangani kesepakatan BRI sejak pertama kali diajukan enam tahun yang lalu, ujar Wang. Ia menyebut hal itu penunjukan rasa percaya dan dukungan terhadap strategi perkembangan Beijing. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  14. Pemerintah otoriter Arab lebih menyukai model pemerintahan di Rusia dan China dibandingkan Barat, yang membuat dunia Arab semakin menjauh dari demokrasi. Dunia Arab melihat model pemerintahan Rusia dan China sebagai model politik otoriter yang tahan lama, yang didasarkan pada pandangan bersama, yang menganggap rendah demokrasi liberal di Barat. Kesediaan Mohammed bin Salman untuk mendukung kebijakan China terhadap minoritas Muslimnya, mewakili kebangkitan aliansi otoriter global baru, yang bersatu dalam keyakinan bersama bahwa demokrasi berbahaya. Oleh: Mohammad H. Fadel (Middle East Eye) Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dilaporkan mengakui hak China untuk berurusan dengan penduduk Uighur dengan cara yang dianggapnya sesuai, semuanya atas nama memerangi ekstremisme Muslim. Kegagalan Putra Mahkota untuk membela hak-hak Muslim China, mungkin dengan mudah dijelaskan oleh kebutuhannya untuk menemukan sekutu untuk memperkuat kedudukan internasionalnya. Hal ini tampaknya diperlukan, setelah ia diserbu kecaman global terkait keterlibatannya yang nyata dalam pembunuhan yang kejam dan brutal terhadap jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul. Saya percaya, bagaimanapun, bahwa itu menandakan reorientasi yang lebih dalam dan lebih kuat dari dunia Arab yang menjauh dari Barat liberal dan menuju kekuatan otoriter Rusia dan China. REORIENTASI MENDALAM Pemikiran politik Arab selama 150 tahun terakhir telah difokuskan terutama pada rekonsiliasi masa lalunya terhadap modernitas. Reformasi politik berjalan seiring dengan reformasi agama, dan meskipun berbagai jenis reformasi keagamaan ditawarkan, namun mereka dapat dengan mudah diidentifikasi sesuai dengan alur pemikiran demokratis di Barat. Pentingnya pemikiran liberal—misalnya Marx, dalam pemikiran Islam modern di dunia Arab—tidak hanya menghasilkan berbagai proyek reformasi agama—dari menganjurkan privatisasi agama, hingga proyek neoliberal pemerintahan konstitusional terbatas, yang dikombinasikan dengan kepemilikan pribadi atas properti, untuk mengadvokasi redistribusi kekayaan yang radikal—tapi juga menghasilkan hubungan dengan Barat yang liberal. Di satu sisi, Muslim Arab yang reformis mengagumi prestasi Barat dalam pemerintahan liberal dan kemajuan ilmiah dan material. Di sisi lain, mereka juga membenci Barat karena menggunakan kemajuan relatif mereka untuk memajukan ambisi imperialis mereka, yang secara aktif bekerja untuk melemahkan kemampuan orang-orang Arab untuk mencapai pemerintahan mandiri, reformasi, dan kemajuan yang efektif. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  15. Kekerasan di Papua kembali meletus pada Kamis (7/3) yang menewaskan tiga tentara Indonesia. Serangan itu terjadi ketika para tentara sedang menjaga pembangunan jembatan, dan diserang oleh para separatis. Diduga tujuh hingga 10 orang dari pihak pemberontak juga telah terbunuh, tetapi tubuh mereka telah diambil. Oleh: AFP/Channel NewsAsia Tiga tentara Indonesia tewas dalam baku tembak dengan pemberontak separatis bersenjata di provinsi Papua yang bergolak, di mana lebih dari selusin pekerja konstruksi dibantai tahun lalu, kata TNI, pada Kamis (7/3). Para tentara itu baru saja tiba di desa Yigi di distrik Nduga pada Kamis (7/3) pagi untuk menjaga pembangunan jembatan, ketika mereka diserang oleh para separatis. “Mereka tiba-tiba diserang oleh kelompok besar, antara 50 hingga 70 orang,” kata juru bicara militer untuk wilayah Papua, Muhammad Aidi kepada AFP, Kamis (7/3). “Tiga anggota kami tewas dalam serangan itu setelah tertembak di dada dan punggung mereka,” kata Aidi. Baca juga: Analisis: Sebuah Pendekatan Baru Terhadap Kekerasan di Papua Militer berhasil mengendalikan situasi dan memaksa para pemberontak melarikan diri. Tubuh seorang pemberontak separatis ditemukan di tempat kejadian. Baca Artikel Selengkapnya di sini
×