Jump to content
advertisement_alt

matamatapolitik

Members
  • Content count

    120
  • Joined

  • Last visited

Everything posted by matamatapolitik

  1. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, pernyataan Senator Fraser Anning menunjukkan kurangnya pemahaman tentang Islam. Anning menghubungkan aksi teror di Selandia Baru dengan imigrasi Muslim ke negara itu. Atas komentarnya itu, Anning juga sudah “dihadiahi” sebutir telur yang ditimpukkan ke kepalanya. Oleh: Kate Lamb (The Guardian) Kementerian luar negeri Indonesia telah memanggil duta besar Australia di Jakarta untuk mengutarakan kejaman keras terhadap pernyataan kontroversial senator Fraser Anning. Pernyataan Anning itu dikeluarkan sehubungan peristiwa berdarah aksi teror di Selandia Baru. Dalam sebuah pertemuan di ibu kota Indonesia pada hari Senin, menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan kepada duta besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, bahwa Indonesia secara tegas mengecam komentar senator itu. Berbicara dari negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, juru bicara kementerian luar negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pernyataan Anning menunjukkan kurangnya pemahaman tentang Islam dan pandangannya tentang agama “sangatlah sempit.” Aksi terorisma, ujarnya, tidak bisa diasosiasikan dengan agama manapun. “Pikiran yang diungkapkan oleh senator Australia itu tidak pantas dan tidak memiliki tempat di dunia modern, baik itu di Australia, Indonesia, atau tempat lainnya,” ujarnya. Beberapa jam setelah serangan mengejutkan terhadap dua masjid di kota Selandia Baru, Christchurch, pada hari Jumat (15/3), yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia, Anning mengeluarkan pernyataan menghubungkan penembakan itu dengan imigrasi. Komentar yang tidak pantas itu telah dikecam secara luas, termasuk oleh perdana menteri Australia, Scott Morrison, dan oleh Quinlan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  2. Penembakan di dua masjid Christchurch telah mengguncang komunitas Muslim di kota itu, dan di seluruh Selandia Baru. Aksi terorisme tersebut memakan 50 korban jiwa, dan melukai puluhan lainnya. Tak lama setelah pembantaian itu diberitakan, umat Muslim dari berbagai penjuru Selandia Baru segera mendatangi Christchurch untuk memberikan dukungan mereka. Oleh: Lane Sainty (Buzzfeed News) Pada Sabtu malam (16/3), Kiore, seorang pria tunawisma yang telah hidup di jalanan Christchurch sejak tahun 2010, duduk di belakang 49 lilin di depan Rumah Sakit Christchurch, satu lilin untuk setiap orang yang dibunuh ketika mereka sholat di dua masjid di Christchurch pada hari Jumat (15/3). Dia tampak tak percaya pada apa yang terjadi. “Ini takdir Tuhan. Hal seperti ini tidak terjadi begitu saja. Ini kuasa Tuhan. Ini adalah rumah yang aman. Tempat yang aman,” katanya kepada BuzzFeed News. Dia menunjuk pada lilin-lilin itu. “Saya akan duduk di sini sampai semua lilin itu mati.” Ketika Kiore menunggu, nyala api kecil menerangi deretan trotoar, beberapa pria Muslim berkumpul di depan rumah sakit, di sepanjang jalan Riccarton Avenue. Salah satunya adalah Ahmed Parkar, jamaah masjid Mt Roskill di Auckland. Dia mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa dia segera pergi ke Christchurch, bersama dengan sekitar 50 pria lain dari masjidnya, ketika imamnya meminta sukarelawan untuk mengunjungi Christchurch. “Saya mendapat telepon pagi ini pada jam 6, saya langsung mengepak tas saya dan saya tiba di sini sekitar jam 9,” katanya. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  3. Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan, teroris yang menyerang dua masjid di Christchurch berniat untuk melakukan aksi pembunuhannya sebelum ia berhasil dihentikan oleh polisi setempat. Penembakan di Selandia Baru sampai saat berita ini dinaikkan telah memakan 50 korban jiwa. Aksi terorisme itu, yang tampaknya disiarkan langsung untuk sesaat di media sosial, adalah pembantaian massal paling mematikan di Selandia Baru sejak tahun 1943. Oleh: Nicole Chavez, Helen Regan, Sandi Sidhu, dan Ray Sanchez (CNN) Para jamaah salat Jumat melarikan diri dari penembakan di Selandia Baru, dengan putus asa memanggil polisi dan meringkuk berlindung di bawah bangku-bangku di dua masjid di Christchurch sebelum dua petugas polisi komunitas bersenjata ringan mengejar mobil pelaku penembakan hingga keluar jalan dan mengakhiri serangan setelah 36 menit yang menakutkan. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah bertekad akan melanjutkan serangannya jika dia tidak dihentikan. “Ada dua senjata lain di dalam kendaraan tempat pelaku berada dan dia benar-benar berniat untuk melanjutkan serangannya,” tuturnya kepada wartawan. Polisi Selandia Baru mengumumkan hari Minggu (17/3) bahwa 50 orang telah tewas dan 50 orang lainnya terluka dalam serangan terorisme dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengejutkan negara tersebut dan dunia. Tersangka, Brenton Harrison Tarrant, muncul di pengadilan hari Sabtu (16/3), didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan. Ardern mengatakan ada lebih banyak tuduhan yang akan dikenakan. Tarrant, 28 tahun, diborgol dan mengenakan terusan penjara berwarna putih ketika dia berjalan perlahan memasuki ruang sidang. Dia tidak mengajukan pembelaan, tetapi melakukan gestur tangan yang berkaitan dengan kaum supremasi kulit putih. Pelaku penembakan telah kembali ditahan dan dijadwalkan untuk muncul kembali di pengadilan tanggal 5 April 2019. Pihak berwenang Selandia Baru telah menerapkan langkah-langkah keamanan ekstra. Ruang sidang ditutup untuk umum, nama korban dirahasiakan oleh pihak berwenang, dan hakim memutuskan bahwa foto-foto wajah tersangka di pengadilan harus diburamkan. Serangan itu, yang tampaknya disiarkan langsung untuk sesaat di media sosial, adalah pembantaian massal paling mematikan di Selandia Baru sejak tahun 1943. Ardern menyebut penembakan itu sebagai serangan teroris, kemudian bersumpah akan mengubah undang-undang senjata di Selandia Baru. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  4. Senat pada Rabu (13/3) memerintahkan militer AS untuk mengakhiri dukungan untuk Arab Saudi di Perang Yaman. Ini akan menandai kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir di mana Senat telah menolak keikutsertaan Amerika Serikat dalam kampanye pengeboman oleh Arab Saudi di Yaman, yang telah dikecam oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia karena memperburuk salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Oleh: Karoun Demirjian (The Washington Post) Pada Rabu (13/3), Senat mengadakan pemungutan suara untuk mengakhiri dukungan Amerika Serikat (AS) untuk kampanye militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman—teguran terbaru untuk pemerintah Trump yang terus merangkul monarki Arab Saudi, meskipun kalangan anggota parlemen telah semakin frustrasi dengan tindakannya di panggung dunia itu. Hasil pemungutan suara itu 54 banding 46, yang menandai kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir di mana Senat telah menolak keikutsertaan Amerika Serikat dalam kampanye pengeboman oleh Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi Yaman, yang dilakukan atas nama menahan ekspansi Iran di wilayah tersebut. Tetapi upaya yang dipimpin Arab Saudi—yang kadang-kadang menargetkan fasilitas sipil dan mencegah pengiriman bantuan ke Yaman—telah dikecam oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia karena memperburuk salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. “Kita seharusnya tidak terlibat dengan kampanye pengeboman yang kemungkinan merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia,” kata Senator Chris Murphy (D-Conn.) di ruang Senat, pada Rabu (13/3). Resolusi itu masih harus melalui DPR, di mana anggota DPR meloloskan resolusi yang hampir sama untuk mengakhiri partisipasi Amerika Serikat dalam perang Yaman pada awal tahun ini. Namun, tidak mungkin kedua majelis itu akan memiliki suara yang diperlukan untuk mengakhiri dukungan Amerika Serikat di perang itu, jika Presiden Trump memveto resolusi tersebut. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  5. Satu pelaku penembakan di Selandia Baru telah didakwa melakukan pembunuhan, setelah ia menembaki dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan setidaknya 49 orang pada Jumat (15/3). Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, mengatakan bahwa pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Australia itu diperkirakan akan muncul di pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3). Dua orang lainnya ditangkap karena memiliki senjata api, namun polisi masih berusaha memastikan keterlibatan mereka. Oleh: Eliza Mackintosh dan Gianluca Mezzofiore (CNN) Seorang pria berusia 28 tahun telah didakwa melakukan pembunuhan sehubungan dengan serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3), yang menewaskan sedikitnya 49 orang. Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, mengatakan bahwa pria itu diperkirakan akan muncul di pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3). Pelaku penembakan di Selandia Baru tersebut merekam video serangan pada salat Jumat tersebut, dan mengunggah manifesto online dengan nama Brenton Tarrant. CNN belum mengkonfirmasi apakah ini adalah nama aslinya. Itu adalah nama yang digunakannya secara online. Polisi Selandia Baru belum secara terbuka mengidentifikasi penembak itu. Bush mengatakan bahwa dia tahu ada nama yang beredar di media, tetapi mengatakan bahwa dia belum bisa mengkonfirmasinya. Berbicara pada konferensi pers pada Sabtu (16/3) pagi, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa penembak itu berasal dari Australia dan bukan penduduk Christchurch. Dia belum muncul di daftar pengawasan teror, katanya. “Orang ini telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia dengan periode waktu yang singkat di Christchurch,” katanya. Dia baru-baru ini berbasis di Dunedin, sebuah kota di selatan Christchurch, katanya. Tersangka utama memperoleh izin senjata pada November 2017 dan mulai membeli senjata pada bulan berikutnya, katanya. Ardern mengatakan bahwa polisi menemukan lima senjata di lokasi kejadian—dua senjata semi-otomatis, dua senapan, dan sebuah senjata api pengungkit. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  6. Polemik mengenai pengembangan konsep wisata halal di Indonesia kembali ramai, setelah cawapres dari kubu 02 Sandiaga Uno kembali membahasnya pada saat kunjungannya ke Bali. Bahkan, sempat terjadi “berebut klaim” ide wisata halal, ketika cawapres kubu 01 Ma’ruf Amin mengaku bahwa dirinyalah yang lebih dulu mencetuskan, sedangkan Sandi hanya mengekor. Terlepas dari hal itu, beberapa pihak ternyata tak sependapat dengan Sandi soal pengembangan wisata halal. Oleh: Mata Mata Politik Calon wakil presiden (cawapres) kubu 02 Sandiaga Uno kembali membahas wacana tentang menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi wisata halal. Selepas kunjungannya ke situs wisata di Bali, dia juga memaparkan potensi Bali sebagai tujuan wisata halal andalan Indonesia. Menurut Sandi, potensi pasar wisatawan Muslim dunia mencapai miliaran orang dan potensi pendapatannya mencapai ribuan triliun. Selain itu, Sandi menilai, mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata halal tak akan mengubah karakter dan ciri khas Pulau Dewata. Namun wacana pengembangan wisata halal dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai ide yang kurang menjanjikan. Menurut JK, memang ada permintaan untuk produk wisata halal dari beberapa negara Timur Tengah, namun jumlahnya tak banyak. “Memang ada turis-turis yang banyak mulai dari negara Islam yang mereka sudah naik pendapatannya di Timur Tengah, ingin seperti itu (Wisata Halal). Tapi setahu saya jumlahnya sedikit (yang mempersoalkan adanya opsi wisata halal),” kata JK, seperti dilansir Kumparan.com, Kamis (14/3). Baca Artikel Selengkapnya di sini
  7. Awal tahun ini, pemerintah Jerman membahas kebutuhan untuk memastikan keamanan jika Huawei digunakan. Kanselir Angela Merkel mengatakan, mereka berusaha memastikan bahwa perusahaan tidak akan menyerahkan semua informasinya kepada pemerintah China. Amerika Serikat mengatakan, jika Jerman memutuskan untuk bekerja sama dengan menggunakan teknologi Huawei, mereka akan kehilangan akses ke intelijen AS. Oleh: Kylie Atwood dan Nicole Gaouette (CNN) Amerika Serikat (AS) telah menekankan ancamannya untuk membatasi pembagian intelijen dengan negara-negara yang menggunakan teknologi China Huawei untuk membangun jaringan komunikasi 5G mereka. Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell mengirim surat kepada pemerintah Jerman pekan lalu, yang mengancam akan membatasi akses Jerman ke intelijen AS jika Berlin memutuskan untuk menerbitkan kontrak dengan Huawei, menurut seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut. “Menteri Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi memang telah menerima surat; tidak ada komentar mengenai isinya dari pihak mereka. Akan ada jawaban cepat,” kata Matthias Wehler, juru bicara Kedutaan Jerman di DC. Jerman mengumumkan pada 7 Maret, bahwa mereka tidak akan melarang perusahaan mana pun untuk menawar kontrak 5G. Surat itu—yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal—menyuarakan kembali teguran keras peringatan oleh para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, yang menandai dugaan koneksi Huawei dengan intelijen China, dan kemampuannya untuk merusak keamanan nasional dengan menjual peralatan “jalan belakang” yang memungkinkan pengawasan tanpa izin. GANGGUAN BESAR CNN melaporkan pada Senin (11/3), bahwa meskipun operator nirkabel utama AS dan pemerintah federal menghindari Huawei karena masalah keamanan nasional, namun teknologinya secara luas digunakan oleh sejumlah operator kecil yang disubsidi federal yang membeli perangkat keras buatan China yang lebih murah untuk ditempatkan di atas menara seluler mereka—dalam beberapa kasus itu memberikan cakupan eksklusif ke daerah pedesaan yang dekat dengan pangkalan militer AS. Seiring lobi AS melawan Huawei—yang sekarang menjadi produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia—masalah ini menimbulkan ketegangan dalam hubungan AS dengan beberapa sekutu, dan sangat mengganggu hubungan AS-China yang sudah tegang karena gesekan perdagangan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  8. Walaupun Israel memiliki warga negara Arab-Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya itu adalah negara bangsa Yahudi. Pernyataannya itu mengacu pada undang-undang kontroversial Israel hanyalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi. Memicu kontroversi, ia menegaskan bahwa orang-orang Arab memiliki hak yang sama. Oleh: Agence France-Presse/The Guardian Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel “bukan negara untuk semua warganya”, mengacu ke populasi Arab negara itu. Dalam komentarnya di Instagram, perdana menteri mengatakan bahwa semua warga negara, termasuk orang Arab, memiliki hak yang sama, tetapi ia merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bangsa untuk orang-orang Yahudi. “Israel bukan negara untuk semua warganya,” tulisnya dalam menanggapi kritik dari aktor Israel, Rotem Sela. “Menurut hukum kewarganegaraan dasar yang kami berikan, Israel adalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi―dan hanya itu. “Seperti yang Anda tulis, tidak ada masalah dengan warga Arab Israel. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita semua dan pemerintah Likud telah berinvestasi lebih banyak di sektor Arab daripada pemerintah lainnya,” katanya tentang partai sayap kanannya. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  9. Seorang pembicara untuk Fox News mempertanyakan, apakah hijab yang dikenakan oleh anggota kongres Ilhan Omar tanda bahwa ia lebih setia terhadap hukum Syariah dibanding konstitusi Amerika Serikat. Ilhan Omar adalah seorang anggota kongres berdarah Somalia, beragama Islam dan mengenakan hijab. Ia menjadi sorotan setelah beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang dianggap anti-Semit. Oleh: David Goldman (CNN) Jeanine Pirro dari Fox News pada hari Sabtu (9/3), mempertanyakan apakah agama Islam perwakilan kongres Ilhan Omar akan menjadi penghalang terhadap Konstitusi Amerika Serikat. Pernyataan kontroversial Ilhan Omar tentang Israel telah menempatkannya dalam sorotan. Pirro menyiratkan dalam acaranya, bahwa keyakinan Omar tentang Israel berasal dari agamanya. Omar adalah Somalia-Amerika dan seorang Muslim yang menggunakan hijab. “Coba pikirkan: Omar mengenakan hijab,” ujar Pirro dalam acara “Justice” di Fox News. “Apakah kepatuhannya terhadap doktrin Islam ini mengindikasikan kepatuhannya kepada hukum Syariah, yang pada dasarnya berlawanan dengan Konstitusi AS?” Baca Artikel Selengkapnya di sini
  10. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan, Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) bukanlah diplomasi jebakan utang China. Ia menunjukkan bagaimana berbagai negara bisa tumbuh lebih cepat setelah menandatangani proyek raksasa ini. Pernyataan Wang itu muncul setelah peringatan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kepada Filipina. Oleh: Danson Cheong (The Straits Times) China telah sekali lagi menyanggah tudingan bahwa Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) miliknya adalah bentuk dari diplomasi jebakan utang China ataupun suatu alat geopolitis untuk memperluas pengaruh China. China menegaskan bahwa negara-negara yang berpartisipasi bisa berkembang lebih cepat dan telah mendapatkan manfaat seutuhnya. Respons ini tiba satu hari setelah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Filipina agar tidak berhutang terlalu besar kepada China. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyanggah sudut pandang tersebut pada hari Jumat (8/3) dengan menunjukkan berbagai proyek infrastruktur di bawah negara-negara mitra BRI—termasuk jalan raya pertama di Afrika Timur, terowongan rel bawah tanah yang berada di dalam pegunungan Kazakhstan dan upaya lain yang tengah berlangsung untuk membangun jaringan kereta cepat di Asia Tenggara. “Fakta-fakta seperti ini adalah bukti bahwa BRI bukanlah jebakan utang yang akan menjerumuskan negara-negara, tapi adalah bagian ekonomi yang akan menguntungkan populasi lokal. Hal ini bukanlah alat geopolitis melainkan kesempatan bagus untuk berbagi perkembangan,” ujar Wang, berbicara dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat yang diadakan di sela-sela pertemuan legislatif di Beijing. Pada hari Kamis, dalam kunjungannya ke Manila, Mahathir telah memberikan peringatan kepada Filipina yang tengah menerima kucuran dana dari China untuk membangun infrastruktur-infrastrukturnya. Mahathir mengatakan: “Jika Anda meminjam sejumlah besar uang dari China dan Anda tidak bisa membayar, Anda tahu ketika seseorang menjadi peminjam ia akan berada di bawah kontrol pemberi pinjaman, jadi kita harus sangat berhati-hati dengan hal itu.” Sekitar 123 negara dan 29 organisasi telah menandatangani kesepakatan BRI sejak pertama kali diajukan enam tahun yang lalu, ujar Wang. Ia menyebut hal itu penunjukan rasa percaya dan dukungan terhadap strategi perkembangan Beijing. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  11. Pemerintah otoriter Arab lebih menyukai model pemerintahan di Rusia dan China dibandingkan Barat, yang membuat dunia Arab semakin menjauh dari demokrasi. Dunia Arab melihat model pemerintahan Rusia dan China sebagai model politik otoriter yang tahan lama, yang didasarkan pada pandangan bersama, yang menganggap rendah demokrasi liberal di Barat. Kesediaan Mohammed bin Salman untuk mendukung kebijakan China terhadap minoritas Muslimnya, mewakili kebangkitan aliansi otoriter global baru, yang bersatu dalam keyakinan bersama bahwa demokrasi berbahaya. Oleh: Mohammad H. Fadel (Middle East Eye) Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dilaporkan mengakui hak China untuk berurusan dengan penduduk Uighur dengan cara yang dianggapnya sesuai, semuanya atas nama memerangi ekstremisme Muslim. Kegagalan Putra Mahkota untuk membela hak-hak Muslim China, mungkin dengan mudah dijelaskan oleh kebutuhannya untuk menemukan sekutu untuk memperkuat kedudukan internasionalnya. Hal ini tampaknya diperlukan, setelah ia diserbu kecaman global terkait keterlibatannya yang nyata dalam pembunuhan yang kejam dan brutal terhadap jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul. Saya percaya, bagaimanapun, bahwa itu menandakan reorientasi yang lebih dalam dan lebih kuat dari dunia Arab yang menjauh dari Barat liberal dan menuju kekuatan otoriter Rusia dan China. REORIENTASI MENDALAM Pemikiran politik Arab selama 150 tahun terakhir telah difokuskan terutama pada rekonsiliasi masa lalunya terhadap modernitas. Reformasi politik berjalan seiring dengan reformasi agama, dan meskipun berbagai jenis reformasi keagamaan ditawarkan, namun mereka dapat dengan mudah diidentifikasi sesuai dengan alur pemikiran demokratis di Barat. Pentingnya pemikiran liberal—misalnya Marx, dalam pemikiran Islam modern di dunia Arab—tidak hanya menghasilkan berbagai proyek reformasi agama—dari menganjurkan privatisasi agama, hingga proyek neoliberal pemerintahan konstitusional terbatas, yang dikombinasikan dengan kepemilikan pribadi atas properti, untuk mengadvokasi redistribusi kekayaan yang radikal—tapi juga menghasilkan hubungan dengan Barat yang liberal. Di satu sisi, Muslim Arab yang reformis mengagumi prestasi Barat dalam pemerintahan liberal dan kemajuan ilmiah dan material. Di sisi lain, mereka juga membenci Barat karena menggunakan kemajuan relatif mereka untuk memajukan ambisi imperialis mereka, yang secara aktif bekerja untuk melemahkan kemampuan orang-orang Arab untuk mencapai pemerintahan mandiri, reformasi, dan kemajuan yang efektif. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  12. Kekerasan di Papua kembali meletus pada Kamis (7/3) yang menewaskan tiga tentara Indonesia. Serangan itu terjadi ketika para tentara sedang menjaga pembangunan jembatan, dan diserang oleh para separatis. Diduga tujuh hingga 10 orang dari pihak pemberontak juga telah terbunuh, tetapi tubuh mereka telah diambil. Oleh: AFP/Channel NewsAsia Tiga tentara Indonesia tewas dalam baku tembak dengan pemberontak separatis bersenjata di provinsi Papua yang bergolak, di mana lebih dari selusin pekerja konstruksi dibantai tahun lalu, kata TNI, pada Kamis (7/3). Para tentara itu baru saja tiba di desa Yigi di distrik Nduga pada Kamis (7/3) pagi untuk menjaga pembangunan jembatan, ketika mereka diserang oleh para separatis. “Mereka tiba-tiba diserang oleh kelompok besar, antara 50 hingga 70 orang,” kata juru bicara militer untuk wilayah Papua, Muhammad Aidi kepada AFP, Kamis (7/3). “Tiga anggota kami tewas dalam serangan itu setelah tertembak di dada dan punggung mereka,” kata Aidi. Baca juga: Analisis: Sebuah Pendekatan Baru Terhadap Kekerasan di Papua Militer berhasil mengendalikan situasi dan memaksa para pemberontak melarikan diri. Tubuh seorang pemberontak separatis ditemukan di tempat kejadian. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  13. Pemimpin oposisi Juan Guaido kembali ke Venezuela pada Senin (4/3), meskipun terdapat risiko ia akan ditangkap. Guaido sebelumnya meninggalkan Venezuela ke Kolombia pada akhir Februari untuk mengantarkan makanan dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan di tengah krisis Venezuela. Perselisihan bantuan kemanusiaan itu dengan cepat berubah menjadi kekerasan, di mana ratusan orang terluka dalam bentrokan dengan Garda Nasional Venezuela. Oleh: Natalie Gallon dan Tara John (CNN) Presiden sementara Venezuela Juan Guaido, kembali ke negara itu pada Senin (4/3), dengan risiko ditangkap karena melanggar larangan perjalanan, dalam upayanya untuk mengusir Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Juan Guaido disambut oleh kerumunan nyanyian pendukung dan beberapa diplomat Eropa, setelah ia mendarat di bandara Caracas pada Senin (4/3), di mana ia menyatakan, “Kami di sini di Venezuela. Kami lebih kuat dari sebelumnya.” “Kami akan segera mencapai akhir perebutan kekuasaan di Venezuela,” katanya. Guaido menambahkan bahwa meskipun ada risiko, namun “mereka tidak akan dihentikan.” Dia naik ke atas sebuah mobil, melambaikan bendera Venezuela, dan berteriak, “Ya, kita bisa!” sebelum menuju ke sebuah plaza di ibu kota, di mana ia disambut oleh banyak orang. Menurut seorang ajudan senior, Guaido kembali ke negara itu dengan maskapai komersial, Copa Airlines, dari Panama City. Kepulangan Guaido telah menghidupkan kembali oposisi, dan bisa menjadi titik nyala berikutnya dalam perjuangannya untuk berkuasa, di mana Maduro menghadapi tekanan internasional untuk mundur di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan. Sebagian besar negara-negara Barat dan tetangga regional sekarang mengakui Juan Guaido sebagai pemimpin Venezuela, dan telah bekerja dengannya untuk mengirimkan bantuan ke negara itu. Ribuan pendukung Guaido berkumpul untuk rapat umum di Plaza Alfredo Sadel pada Senin (4/3), untuk mendengar pemimpin oposisi itu berbicara. Disambut oleh sorakan dan tepuk tangan meriah, Guaido mengatakan kepada para demonstran: “Mereka mengancam akan menjebloskan saya ke penjara, membunuh saya. Entah melalui penindasan atau ancaman, mereka tidak akan menahan kita.” Menyebut mereka yang berkumpul sebagai “saudara-saudaranya”, Guaido mendorong masyarakat untuk turun ke jalan sebagai protes terhadap pemerintahan Maduro pada Sabtu (9/3), dengan mengatakan, “mimpi masa depan kita adalah untuk dapat memulihkan negara kita.” Baca Artikel Selengkapnya di sini
  14. KTT Vietnam berakhir dengan apa yang bisa dibilang sebagai suatu kegagalan, karena tidak ada kesepakatan apapun yang ditandatangani. Presiden Donald Trump kemudian menyalahkan kesaksian mantan kroconya, Michael Cohen, yang bertepatan dengan pertemuannya dengan Kim Jong-un di Hanoi. Beberapa sekutu terdekat Trump juga mengkritik Partai Demokrat karena mengadakan dengar pendapat dengan Cohen saat presiden berada di luar negeri. Oleh: Seung Min Kim (The Washington Post) Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu (3/3) menyalahkan kesaksian Michael Cohen di hadapan Kongres AS. Testimoni mantan pengacara dan pemecah masalah pribadinya tersebut menurut Trump telah memicu kegagalan negosiasi denuklrisasi di KTT Vietnam pekan lalu. Trump kemudian mengeluh tentang penyelidikan yang menyeret dirinya dan rekan-rekannya. Dalam tujuh jam kesaksiannya pada hari Rabu (27/2), Cohen mengatakan bahwa Trump telah memanipulasi catatan keuangan dan bahwa presiden sekarang telah mengetahui sebelumnya tentang upaya WikiLeaks untuk mengeluarkan informasi yang merusak tentang lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, selama kampanye pemilihan presiden AS 2016, di antara berbagai tuduhan lainnya. Kesaksian itu terungkap ketika Trump telah melakukan perjalanan ke Hanoi, Vietnam untuk mencoba menjalin kesepakatan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk membatasi program nuklir negaranya. Meskipun Trump, saat berada di Vietnam, mengatakan bahwa dia meninggalkan KTT nuklir dengan Kim karena ketidaksepakatan tentang sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, Trump memberikan penjelasan lain atas kegagalan pembicaraan tersebut di Twitter hari Minggu (3/3) malam. “Bagi Demokrat untuk mewawancarai secara terbuka seorang pembohong dan penipu yang telah dijatuhi dakwaan, pada saat yang sama dengan KTT Nuklir yang sangat penting dengan Korea Utara, mungkin merupakan titik terendah baru dalam politik Amerika dan mungkin telah berkontribusi membuat saya meninggalkan KTT lebih awal,” tulisnya. “Tidak pernah dilakukan sebelumnya ketika seorang presiden berada di luar negeri. Memalukan!” Lanny Davis, pengacara Cohen, menolak mengomentari tweet Trump hari Minggu (3/3) malam. Komite Pengawasan DPR AS, yang diketuai oleh Representatif Elijah E. Cummings (Demokrat, Maryland), telah melewati beberapa tanggal untuk audiensi yang sangat dinanti-nantikan dengan Cohen, yang telah dipanggil untuk berbicara di hadapan beberapa panel kongres dan dijadwalkan untuk dipenjara bulan Mei 2019. Cohen telah dijadwalkan untuk tampil di depan umum di hadapan Komite Pengawas DPR tanggal 7 Februari 2019, tetapi dibatalkan dengan alasan ancaman potensial terhadap keluarganya. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  15. Sebanyak 567 tentara Venezuela membelot ke Kolombia, menurut pejabat Kolombia, di tengah krisis politik yang sedang terjadi di Venezuela. Militer adalah basis kekuatan vital bagi presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang sedang dicoba ditentang oleh saingannya Juan Guaido. Amanda Lapo, seorang analis pertahanan di Institut Internasional untuk Studi Strategis, mengatakan kepada Business Insider bahwa pembelotan itu menunjukkan bahwa loyalitas militer “tidak lagi kuat.” Oleh: Beatrice Christofaro (Business Insider) Lebih dari 500 tentara Venezuela telah melarikan diri dari rezim Presiden Nicolás Maduro yang runtuh ke Kolombia, kata otoritas migrasi Kolombia, Kamis (28/2). Gelombang pembelotan itu terjadi ketika pemimpin oposisi Juan Guaido terus mencari dukungan dari angkatan bersenjata, yang merupakan salah satu dasar dari otoritas Maduro. Kolombia telah menghitung ada 567 pembelot sejak bentrokan antara pasukan keamanan dan aktivis yang berusaha membawa bantuan Amerika Serikat ke Venezuela, menurut CNN dan El Tiempo dari Kolombia. Rakyat Venezuela hidup melalui salah satu krisis ekonomi terburuk di dunia di bawah rezim sosialis Maduro, dengan kekurangan makanan dan obat-obatan. Ratusan ribu rakyat Venezuela meminta Maduro untuk mundur, dengan mengatakan bahwa kepresidenannya tidak konstitusional dan korup. Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara, dengan alasan bahwa pemerintahan Maduro tidak sah. Banyak yang melihat upaya Guaido untuk mengangkut bantuan melewati perbatasan Kolombia-Venezuela pada akhir pekan sebagai permainan untuk menguji kesetiaan para prajurit Maduro. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  16. Latihan perang AS-Korsel dihentikan. Keputusan itu diumumkan setelah KTT Vietnam antara Donald Trump dan Kim Jong-un. Spesifikasi atau bentuk latihan baru belum diumumkan. Oleh: Dan Lamothe (The Washington Post) Pihak berwenang Amerika Serikat dan Korea Selatan mengumumkan Sabtu lalu bahwa mereka akan mengakhiri latihan perang kedua negara yang telah lama mengusik rezim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Latihan perang AS-Korsel itu juga sudah sering menerima kritikan dari Presiden Donald Trump. Pentagon menyampaikan keputusan itu Sabtu malam setelah panggilan telepon dari penjabat Menteri Pertahanan Partrick Shanahan dan rekan Korea Selatannya, Menteri Pertahanan Jeong Kyeong-doo. Para pejabat setuju untuk “mengakhiri” latihan itu dan menggantinya dengan “latihan Pos Komando rancangan baru dan program latihan lapangan yang telah direvisi,” menurut pernyataan dari Pentagon. “Para menteri menjelaskan bahwa keputusan Aliansi untuk mengadaptasi program latihan kami mencerminkan keiginan bersama untuk mengurangi ketegangan dan mendukung upaya diplomatif kami untuk mencapai denuklrisasi total di Semenanjung Korea dengan cara yang final dan terverifikasi secara menyeluruh,” lanjut pernyataan tadi. Nama dan spefisikasi dari latihan baru tersebut belum diungkapkan. Namun, seorang staf kementerian pertahanan AS, berbicara dengan syarat anonimitas karena sensitifnya diskusi ini, mengatakan bahwa Shanahan berharap untuk menemukan solusi yang akan memungkinkan militer AS dan Korsel untuk melanjutkan elemen-elemen latihan yang berfokus pada mempertahankan kesiapan gabungan sambil melanjutkan elemen yang di masa lalu ditujukan untuk menunjukkan kekuatan. Baca Aritkel Selengkapnya di sini
  17. Terorisme telah menjadi salah satu alasan mendasar atas konfrontasi India-Pakistan baru-baru ini, dan kedua negara serta komunitas internasional harus bersama-sama berupaya menuju perlawanan terhadap terorisme. Adalah hal yang positif bahwa India-Pakistan telah menahan diri dari segala jenis eskalasi, karena yang akan mendapatkan keuntungan dari kebuntuan antara kedua negara adalah berbagai kelompok teroris yang tinggal di India, Pakistan, dan Afghanistan, atau di wilayah tersebut. Oleh: Indrani Talukdar (Eurasia Review) Kebuntuan antara India-Pakistan akan memperumit situasi tidak hanya antara kedua negara, tetapi juga di tingkat global. Jet tempur F16 yang digunakan oleh Pakistan telah melanggar protokol Amerika Serikat (AS), yang melarang penggunaan senjata dan jet tersebut tanpa izin sebelumnya, dan karena itu digunakan untuk tujuan eskalasi atau ofensif. Ini menempatkan Amerika dan Islamabad dalam posisi yang sulit, mengingat fakta bahwa kedua negara baru-baru ini menetapkan mode ‘reset‘ dalam hubungan mereka yang semakin buruk. Komunitas internasional telah meminta India dan Rusia untuk menahan diri dan tetap tenang. Rusia—mitra strategis khusus dan istimewa India—telah memperluas dukungannya pada langkah-langkah anti-teror New Delhi sebagai pertahanan diri. Selama pertemuan Rusia-India-China minggu ini, semua menteri luar negeri telah menyepakati koordinasi kebijakan yang lebih dekat untuk memberantas ‘tempat berkembang biak terorisme.’ Pernyataan bersama pada akhir pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa ‘mereka yang melakukan, mendalangi, menghasut, atau mendukung aksi terorisme harus dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan sesuai dengan komitmen internasional yang ada untuk melawan terorisme.’ Baca Artikel Selengkapnya di sini
  18. antara Presiden Trump dan Kim Jong-un minggu ini disebut-sebut gagal, karena KTT tersebut diakhiri lebih cepat dan tidak ada kesepakatan yang dibuat. Para analis pun berusaha mencari tahu apa yang salah dengan KTT yang ‘gagal’ ini. Menurut mereka, masih terdapat ketidaksetujuan dalam hal nuklir dan sanksi antara AS dan Korea Utara. Korea Utara menginginkan pencabutan sanksi, sementara AS menegaskan bahwa sanksi tidak akan dicabut hingga Korea Utara melakukan denuklirisasi. Oleh: Adam Taylor (The Washington Post) KTT Vietnam yang mempertemukan Presiden Trump dengan Kim Jong-un di Hanoi minggu ini, diharapkan untuk menyelesaikan beberapa detail dari perjanjian bersejarah—meskipun sangat samar—yang telah dicapai kedua pemimpin itu ketika mereka bertemu di Singapura pada 12 Juni lalu. Sebaliknya, KTT Vietnam berakhir lebih awal dan tiba-tiba, tanpa persetujuan antara Trump dan Kim. Para analis sekarang mencoba memahami situasi untuk mencari tahu apa yang salah. Kesimpulan yang paling banyak dicapai adalah, bahwa masih terdapat jurang pemisah antara pihak-pihak perunding Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara mengenai dua isu spesifik: fasilitas nuklir dan sanksi. Tetapi bagaimana tepatnya pertikaian itu terjadi, tergantung pada siapa yang Anda dengarkan. FASILITAS NUKLIR KOREA UTARA APA YANG DIPERTARUHKAN? Ketidaksepakatan tentang apa yang akan dilakukan Korea Utara dengan program nuklirnya tampaknya berpusat pada Pusat Penelitian Nuklir Yongbyon. Situs ini telah lama menjadi pusat negosiasi AS-Korea Utara; telah digambarkan sebagai “jantung” dari program nuklir Korea Utara. Situs ini memiliki reaktor nuklir dan diyakini menjadi satu-satunya sumber sejumlah bahan fisil yang akan diperlukan untuk membuat senjata. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  19. Terdapat banyak kesalahpahaman tentang perang dagang dengan China. Ada kesalahpahaman bahwa perdagangan China berkontribusi pada penurunan lapangan pekerjaan di AS, padahal penyebab utamanya adalah teknologi, bukan China. Ada kesalahpahaman bahwa China memiliki kemampuan inovatif yang sangat sedikit, dan itu tidak benar. Di sektor teknologi, dalam pembayaran online dan Inteligensi Buatan (AI), serta dalam sains dan teknologi, China menunjukkan kapasitas besar untuk inovasi. Dan berikut kesalahpahaman lainnya yang dipaparkan oleh seorang pakar ekonomi China. Oleh: Ceri Parker (World Economic Forum) Ini adalah salah satu ancaman terbesar bagi ekonomi global, tapi akhirnya ini bisa mendekati resolusi: perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Presiden Trump telah mengatakan bahwa kedua negara adikuasa ekonomi itu hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan yang masih berlangsung, yang telah membayangi prospek ekonomi secara keseluruhan. Di antara mereka, kedua negara tersebut menyumbang 40 persen dari PDB global. Khawatir kebangkitan China mengancam mata pencaharian di Amerika Serikat dan ingin melindungi kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan Amerika, Presiden Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang China senilai $250 miliar pada tahun 2018. Sementara itu, China membalas dengan tarif atas $110 miliar produk AS. AS telah mengancam akan meningkatkan tarif terhadap impor China senilai $200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen, jika China tidak mencapai kesepakatan pada tanggal 2 Maret. Tapi sebaliknya, Presiden Trump sekarang merencanakan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri China Xi Jinping. Di luar negosiasi dan perdebatan, apa hubungan ekonomi antara kedua negara ini? Dan seperti apa perseteruan itu dari perspektif China? Pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia pada Januari 2019, saya berbicara dengan Keyu Jin, seorang profesor di London School of Economics yang berasal dari Beijing dan berspesialisasi dalam ekonomi China. Di bawah ini adalah transkrip yang diedit. APA KELUHAN AMERIKA TERHADAP CHINA? Ada beberapa bidang yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah berapa banyak China mengekspor versus berapa banyak yang diimpor dari AS, apakah China benar-benar mengambil lapangan pekerjaan di bidang manufaktur di AS, dan apakah ada transfer teknologi paksa untuk perusahaan-perusahaan Amerika yang bekerja di China, dan tentu saja, perlindungan kekayaan intelektual. Terdapat banyak area di mana AS telah menyerang China dalam hal perdagangan, tetapi menurut pendapat saya, masalah jangka pendek ini benar-benar merupakan cerminan dari persaingan yang semakin mengakar yang telah menjadi ciri khas kedua negara ini. APA ITU SURPLUS PERDAGANGAN DAN MENGAPA ITU BERMASALAH? Presiden Trump baru-baru ini memusatkan pada surplus perdagangan yang dilakukan China terhadap AS. Ketika suatu negara mendapatkan surplus perdagangan, ia hanya mengekspor lebih banyak daripada mengimpor. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  20. KTT Vatikan tentang pelecehan seksual diakhiri pada Minggu (24/2). Masyarakat dan para pembaca pun berharap dan kecewa dengan hasilnya. Menurut mereka, KTT Vatikan hanya menghasilkan pernyataan formalitas tanpa memberikan aksi nyata untuk melawan pelecehan seksual. Berikut opini dari para pembaca tentang hasil KTT Vatikan, yang dikirimkan kepada editor The New York Times. Oleh: The New York Times Kepada Editor: Yang tragis tapi dapat diprediksi, KTT Vatikan di mana paus bertemu dengan para uskup dunia, tidak banyak berhasil. Terlepas dari ekspektasi yang tinggi dari kaum awam bahwa mimpi buruk pelecehan seksual akhirnya akan diatasi, fokus KTT ini sangat sederhana, dan terbatas pada kepekaan para uskup negara berkembang terhadap penderitaan akibat skandal ini, dan praktik terbaik untuk merespons. Bagi sebagian besar umat Katolik, terutama di Amerika dan Eropa, masalah-masalah yang penting—ancaman nyata terhadap gereja yang ditimbulkan oleh krisis kredibilitas yang diakibatkan oleh kekejian dan tipu daya berpuluh-puluh tahun terakhir, menghilangnya kependetaan, dan peran perempuan yang terbatas di gereja—tidak ditanggapi. Reaksi kemarahan mereka seharusnya tidak mengejutkan. Kepausan Fransiskus pada mulanya menyulut harapan besar bahwa masalah yang telah mendorong banyak generasi keluar dari gereja dapat diperbaiki. Bencana minggu ini secara efektif memadamkan harapan itu. Orang awam Katolik sendiri sekarang harus memainkan peran pahlawan untuk menyelamatkan sebuah gereja yang—kadang kita lupa—adalah milik mereka. Nasib anak dan cucu mereka dipertaruhkan. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  21. Mengingat prosesnya yang rentan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya telah mengambil langkah yang masuk akal dalam negosiasi denuklirisasi Korea Utara. KTT Trump-Kim Kedua dijadwalkan akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, 27-28 Februari 2019, di Hanoi, Vietnam. Trump mengatakan, tujuannya adalah kelanjutan dari moratorium yang diberlakukan Kim sendiri atas peluncuran rudal dan uji coba nuklir, yang diadakan sepanjang tahun 2018, adalah hal praktis. Oleh: Robert E. McCoy (Asia Times) Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menarik banyak perhatian pekan lalu ketika dia secara tak terduga mengumumkan bahwa semua yang diinginkannya dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un selama KTT kedua mereka, yang akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, 27-28 Februari 2019 di Hanoi, Vietnam, ialah tidak ada lagi uji coba peluncuran rudal dan peledakan nuklir. Langkah ini mengejutkan beberapa pengamat karena terlihat menyerah atas tujuan “denuklirisasi lengkap.” Langkah Trump tersebut juga tidak diragukan lagi membuat kalangan garis keras kebijakan luar negeri tidak senang. Namun, terlepas dari kejutan dan ketidaksenangan yang ditimbulkan, langkah terbaru Trump tersebut terlihat praktis dan realistis. Pernyataan bahwa tujuannya adalah kelanjutan dari moratorium yang diberlakukan Kim sendiri atas peluncuran rudal dan uji coba nuklir, yang diadakan sepanjang tahun 2018, adalah hal praktis. Absennya penerbangan rudal dan peledakan material fisil nuklir memang merupakan awal yang damai untuk KTT Trump-Kim Kedua mendatang. Saat ini peluncuran maupun peledakan merupakan hal yang tidak diinginkan di Semenanjung Korea dan kawasan sekitarnya. Ambisi Trump yang tampaknya sederhana juga realistis karena menunjukkan bahwa ia, seperti kebanyakan pengamat Korea Utara di Barat, kini menyadari bahwa mustahil Kim akan mau melakukan denuklirisasi total. ATMOSFER YANG MENDUKUNG Beberapa insiden sebelum Trump membuat pengumumannya kemungkinan memberikan kontribusi terhadap kesediaannya untuk menurunkan standar kinerja untuk KTT Hanoi tanggal 27-28 Februari besok. Salah satunya adalah laporan bulan Oktober 2018 bahwa Presiden Korea Selatan Moon Jae-in masih merasa cemas untuk memulai usaha ekonomi di Korea Utara. Selanjutnya, awal tahun 2019 pejabat administrasi Trump menyatakan bahwa berbagai perusahaan sektor swasta Amerika kemungkinan akan berpartisipasi dalam investasi Korea Utara. Poin terakhir itu baru-baru ini didukung oleh pernyataan Trump mengenai potensi ekonomi Korea Utara yang luar biasa. Mengingat pernyataan Kim bahwa dia mencari setidaknya US $ 48 juta hanya untuk dua sektor industri tertentu, pertambangan dan energi, langkah realistis Trump inilah yang tampaknya perlu didengar Kim. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  22. Walaupun merupakan peristiwa bersejarah, KTT Trump-Kim pertama di Singapura tahun lalu kemudian dianggap gagal karena tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Jelang KTT ke-2, yang diseleranggarakan di Hanoi, 27-28 Februari 2019, ada beberapa kekhawatiran tentang hasilnya. KTT Trump-Kim ke-2 itu dapat menghasilkan kesepakatan yang dipertimbangkan dengan buruk yang memungkinkan Korea Utara untuk mendapatkan semua yang diinginkannya, sementara menyerahkan sangat sedikit hal, bahkan ketika para pemimpin dengan lantang menyuarakan kesuksesan nuklir skala besar. Oleh: Foster Klug (Associated Press) Skenario mimpi buruk menuju ke pertemuan puncak kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak begitu banyak menampilkan “api dan kemarahan” maupun jutaan orang mati. Sebaliknya, beberapa ahli khawatir KTT Trump-Kim ke-2 itu dapat menghasilkan kesepakatan yang dipertimbangkan dengan buruk yang memungkinkan Korea Utara untuk mendapatkan semua yang diinginkannya, sementara menyerahkan sangat sedikit hal, bahkan ketika para pemimpin dengan lantang menyuarakan kesuksesan nuklir skala besar. Ada sedikit argumen bahwa duduk bersama lagi di ruangan yang sama pekan ini di Hanoi, Vietnam, adalah pertanda positif bagi kedua pemimpin yang tampaknya tertarik dengan kemungkinan Perang Korea kedua pada tahun 2017. Ada pula argumen ketika Gedung Putih membanggakan menjelang pertemuan puncak, “Peluang luar biasa” untuk mengatasi masalah monumental yang membingungkan bagi berbagai generasi pembuat kebijakan. Tetapi dengan taruhan yang begitu tinggi, para ahli menyoroti risiko tertentu: Trump, dibakar oleh kritik bahwa hasil pertemuan bulan Juni 2018 dengan Kim di Singapura tidak jelas dan menjadi kegagalan yang paling buruk, akan mengabaikan para pembantunya yang berhati-hati dan mencoba mencapai kesepakatan bersama hanya dengan sedikit persiapan. Mengapa KTT Trump-Kim ke-2 di Hanoi berpotensi berbahaya? Karena ketika menyangkut diplomasi nuklir Korea Utara, semua kesepakatan tidak diciptakan setara. Berikut ini beberapa hal mengkhawatirkan menjelang KTT Hanoi: KESEPAKATAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT Surat kabar Korea Selatan telah dipenuhi dengan sumber-sumber pemerintah yang tidak dikenal yang menyatakan bahwa Trump dan Kim mungkin akan mencapai kesepakatan yang berhenti jauh dari peta jalan untuk denuklirisasi penuh Korea Utara yang telah lama ditekankan Amerika Serikat. Sebaliknya, Kim dapat setuju untuk menyerahkan hanya sebagian dari persenjataannya, misil antarbenua yang ditujukan kepada Amerika, misalnya, atau reaktor nuklir utamanya, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi keras. Ada juga kekhawatiran bahwa Trump pada akhirnya akan mengatur semacam penarikan pasukan AS dari Korea Selatan atau penghentian latihan militer AS-Korsel. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  23. Pemerintah Indonesia akan mengembangkan pusat penangkapan ikan di Laut China Selatan pada akhir tahun, ujar Menteri Luhut Pandjaitan. Pemerintah berencana untuk membangun fasilitas penyimpanan-beku dan menggunakan satelit dan drone untuk membantu kapal-kapal penangkap ikan beroperasi di peraian di sekelilingnya. Area ini sempat memicu sengketa antara Indonesia dan China. Oleh: Karlis Salna (Bloomberg) Indonesia berencana untuk mengembangkan area penangkapan ikan yang besar di Laut China Selatan. Hal ini merupakan bagian dari upayanya untuk menegaskan otoritas kedaulatan terhadap peraian yang telah memicu sengketa dengan China. Kepulauan Natuna di ujung Laut China Selatan, kaya aka gas alam dan pasokan ikan, akan dikembangkan menjadi pusat penangkapan ikan, ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Jumat, menurut laporan The Jakarta Post. Pemerintah berencana untuk membangun fasilitas penyimpanan-beku dan menggunakan satelit dan drone untuk membantu kapal-kapal penangkap ikan beroperasi di peraian di sekelilingnya. Pusat penangkapan ikan ini dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun 2019. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  24. Setelah sebelumnya mengambil sikap diam, Turki akhirnya mengeluarkan kecaman terhadap penindasan Uighur di China. Berita kematian penyair rakyat Uighur Abdurehim Heyit—yang dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena salah satu lagunya—memicu kemarahan publik di Turki, memaksa pemerintah untuk bereaksi. Hal itu menyebabkan dikeluarkannya pernyataan keras dari Kementerian Luar Negeri Turki yang mengkritik perlakuan China terhadap minoritas Muslimnya, dan menyerukan penutupan kamp-kamp interniran Uighur. Oleh: World Politics Review Awal bulan ini, setelah keheningan yang panjang, akhirnya Turki berbicara untuk memprotes kebijakan China yang secara paksa memenjarakan lebih dari satu juta Muslim Uighur. Turki menyebutnya sebagai “aib yang sangat besar bagi kemanusiaan.” Pernyataan itu—yang mendorong tanggapan marah dari Beijing—merupakan perubahan atas sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengejar hubungan ekonomi yang lebih dalam dengan China, dan berada di bawah tekanan politik yang meningkat untuk berbicara menentang kebijakan China yang represif terhadap minoritas Muslim di Xinjiang, di China barat. Dalam sebuah wawancara dengan World Politics Review (WPR), Selçuk Çolakoglu, Direktur Turkish Center for Asia-Pacific Studies di Ankara, membahas apa yang membuat pemerintah Erdogan akhirnya mengkritik perlakuan China terhadap Uighur, dan apakah perselisihan itu akan berdampak jangka panjang pada hubungan Turki-China. WPR: Bagaimana penindasan China yang berkelanjutan terhadap minoritas Muslim-nya mempengaruhi evolusi hubungan China dengan Turki? Selçuk Çolakoglu: Perlakuan terhadap minoritas Muslim Turk di China telah menjadi topik sensitif bagi publik Turki, juga bagi hubungan Turki-China, sejak didirikannya negara China pada tahun 1949. Gelombang pertama pengungsi Uighur dan Kazakh yang melarikan diri dari penindasan komunis tiba di Turki pada tahun awal 1950-an, dan mereka mengorganisasi demonstrasi anti-China selama Perang Dingin. Sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik yang normal pada tahun 1971, pemerintah Turki secara berkesinambungan telah berusaha untuk mencapai keseimbangan antara menjaga hubungan positif dengan China, di satu sisi, dan berbicara untuk hak-hak komunitas Muslim Turki, di sisi lain. Beberapa pemimpin Turki berharap bahwa Xinjiang akan menjadi jembatan antara kedua negara, tetapi itu tidak pernah terjadi, sebagian karena kekhawatiran Beijing terhadap kegiatan pro-Uighur dan anti-China di Turki, yang diselenggarakan oleh kelompok nasionalis Turki dan kelompok Islam. Setelah pembubaran Uni Soviet pada awal tahun 1990-an, kelompok-kelompok ini mengorganisasi kampanye publik di Turki untuk menuntut kemerdekaan Turkestan Timur—nama lain dari Xinjiang yang biasa dipakai di Turki. Baca Artikel Selengkapnya di sini
  25. Wanita dan anak-anak dievakuasi dari wilayah Baghouz yang dikuasai ISIS pada Rabu (20/2) sore, seiring operasi untuk mengusir pasukan ISIS di Suriah terus berlanjut. SDF—yang menjadi ujung tombak pertempuran darat—mengatakan bahwa evakuasi adalah langkah penting untuk merebut kembali daerah tersebut. Baik SDF maupun pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa kehadiran warga sipil di kantong terakhir ISIS—yang menjadi sasaran serangan udara pada Selasa (19/2)—telah memperlambat kemajuan mereka dalam perang Suriah tersebut. Oleh: Al Jazeera Konvoi truk yang mengevakuasi warga sipil dari daerah yang dikontrol oleh pejuang ISIS di provinsi timur laut Suriah, Deir Az Zor, telah meninggalkan daerah kantong itu, sementara operasi untuk mengusir mereka terus berlanjut. Sekitar 10 truk yang mengangkut pria, wanita, dan anak-anak muncul pada Rabu (20/2), dari ujung koridor kemanusiaan yang digunakan dalam beberapa pekan terakhir untuk mengevakuasi orang-orang dari desa Baghouz, petak terakhir ISIS di sepanjang Sungai Eufrat di Suriah timur. Seorang juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS), Mustafa Bali, mengatakan bahwa truk-truk itu mengangkut warga sipil. Rami Abdulrahman, Kepala Badan Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah—badan pemantau perang yang berbasis di Inggris—mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa lebih dari 50 truk mulai meninggalkan Baghouz pada Rabu (20/2) sore. Kendaraan itu membawa keluarga ISIS dan warga sipil lainnya yang tinggal di Baghouz, katanya, di mana beberapa orang diangkut ke kamp al-Hol, di mana kondisi kemanusiaan di sana sangat mengerikan. SDF—yang menjadi ujung tombak pertempuran darat—mengatakan bahwa evakuasi adalah langkah penting untuk merebut kembali daerah tersebut. Baik SDF maupun pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa kehadiran warga sipil di kantong terakhir ISIS—yang menjadi sasaran serangan udara pada Selasa (19/2)—telah memperlambat kemajuan mereka dalam perang Suriah. Baca Artikel Selengkapnya di sini
×