Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'amerika serikat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forum

  • Welcome to nyentrik.com
    • Pengumuman
    • Kritik, Saran & Pertanyaan
    • Belajar Posting
  • Komunitas
    • The Lounge
    • Ruang Kesehatan
    • Buying and Selling board (Jual Beli)
    • Lowongan Kerja (Job Posting / Request)
    • Nyentrik Regional
  • HIBURAN
    • Musik
    • Film / Movies
    • Olahraga
    • Masak Memasak
    • Humor
    • Anime, Manga, Otaku
    • Disturbing Picture
    • Supranatural
  • HOBI
    • Fotografi
    • Online / Offline Games
    • Drone, Model Kit & R/C
    • Outdoor Adventure & Nature Clubs
    • Komputer dan Internet
    • Gadget
    • Otomotif
    • Desain Grafis
    • My Pets
    • Can you solve this game ?
  • DA CAFÉ
    • Lifestlye
    • Heart to heart
    • Berita & Politik
    • Edukasi

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Found 5 results

  1. Singapura kini bisa bernafas lega ketika pertemuan puncak negara-negara Asia Tenggara alias KTT ASEAN ke-33 berakhir kemarin, menandai berakhirnya kepemimpinannya. KTT ASEAN kedua tahun ini adalah “acara bertabur bintang” dibandingkan dengan pertemuan yang sebelumnya diadakan pada bulan April. KTT ini dihadiri para pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN dan pemimpin negara mitra utama dari luar kawasan tersebut, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri China Li Keqiang dan banyak lagi. KTT ini tak hanya menjadi ajang pertemuan untuk para pemimpin dengan profil yang lebih tinggi; masalah yang dibahas juga penting—dtidak hanya untuk wilayah ini, tetapi mungkin juga bagi dunia. Kehadiran para pemimpin global mengisyaratkan bahwa ASEAN tidak lagi hanya wilayah terpencil di pinggiran Asia, tetapi bahwa kawasan ini memainkan peran penting dalam membentuk masa depan politik dan perdagangan global. Peran ASEAN bahkan lebih penting ketika dunia memasuki era ketidakpastian global. Tatanan ekonomi saat ini dirusak oleh meningkatnya ancaman proteksionisme seperti yang terlihat oleh tarif yang diperkenalkan oleh ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat. Ada juga gerakan anti-globalis yang sedang tumbuh, menekan pemerintah untuk menutup diri alih-alih mendorong kerjasama multilateral—gerakan yang sama yang menyebabkan terjadinya Brexit di Inggris. Kerja sama multilateral “Tatanan internasional berada pada titik balik. Sistem multilateral bebas, terbuka dan berbasis aturan yang telah mendukung pertumbuhan dan stabilitas ASEAN, telah mengalami tekanan. Negara-negara, termasuk negara-negara besar, menggunakan tindakan sepihak dan kesepakatan bilateral, dan bahkan secara eksplisit menolak pendekatan dan institusi multilateral,” kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidato pembukaannya di KTT itu. Pertanyaan seputar ketidakpastian semacam itu mendefinisikan keseluruhan pertemuan. Sepanjang KTT, ASEAN berusaha mempertahankan sentralitasnya dan terlibat dengan semua mitra utamanya yang berusaha mendorong kerja sama. Di antara peristiwa sampingan utama di KTT adalah berbagai pertemuan mitra ASEAN dan mitra utama. Pada pertemuan negara-negara ASEAN dengan China, kedua entitas berjanji untuk memperkuat upaya untuk memenuhi target bersama sebesar $1 triliun dalam volume perdagangan dan $150 miliar dalam investasi pada tahun 2020. ASEAN dan China juga mengumumkan peta jalan berjudul “ASEAN-China Strategic Partnership Vision 2030” dalam upaya untuk mempererat hubungan antara keduanya. Perdagangan juga dibahas selama pertemuan negara-negara ASEAN dengan Amerika Serikat. AS tetap merupakan mitra dagang penting di kawasan itu, dengan negara itu menjadi mitra perdagangan terbesar ketiga dengan perdagangan dua arah senilai $235,5 miliar pada 2017. Dalam pernyataan yang dirilis Lee Hsien Loong setelah KTT itu, ia mencatat bahwa ASEAN akan berupaya meningkatkan perdagangan antara keduanya di tahun-tahun mendatang. Sementara perdagangan juga didiskusikan secara individual dengan mitra utama lainnya seperti Korea Selatan, Jepang, dan India, semua mata tertuju pada negosiasi kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang juga dilakukan di pertemuan tersebut. Jika telah rampung, RCEP bisa menjadi perjanjian perdagangan dan investasi terbesar sejak Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan (GATT) karena akan mencakup 25 persen dari produk domestik bruto global (PDB), 45 persen dari total penduduk, 30 persen dari pendapatan global dan 30 persen perdagangan global. Banyak yang mengharapkan negosiasi akan rampung tahun ini, namun diumumkan di pertemuan tersebut bahwa perjanjian akan ditunda hingga 2019. Namun para pemimpin di KTT itu dengan cepat menyoroti bahwa negosiasi telah memasuki tahap akhir. Laut China Selatan Masalah besar lainnya yang dibahas adalah perselisihan di Laut China Selatan. Selama dua tahun terakhir Laut China Selatan telah menjadi tempat perseteruan antara China dan Amerika Serikat. China mengklaim bahwa mereka memiliki hak historis untuk sebagian besar Laut China Selatan dan mulai melakukan militerisasi dan membangun pulau di sana. Sementara itu, AS telah melaksanakan kebebasan misi navigasi di daerah tersebut, yang banyak orang katakan adalah untuk mempertahankan kepentingan geopolitiknya di sana dengan menahan pengaruh China. Selama KTT ASEAN-China, Perdana Menteri China Li Keqiang menyebutkan bahwa China mengharapkan konsultasi Code of Conduct di Laut China Selatan yang disengketakan akan segera selesai dengan harapan bahwa itu akan berkontribusi untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Sementara itu pada KTT ASEAN-AS, kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempertahankan hukum internasional di Laut China Selatan. “Kita semua sepakat bahwa kekaisaran dan agresi tidak memiliki tempat di Indo-Pasifik,” kata Mike Pence di pertemuan, yang banyak dilihat sebagai pesan terselubung untuk China. Baca Selengkapnya: https://www.matamatapolitik.com/analisis-poin-penting-ktt-asean-ke-33-amerika-china-adu-pengaruh-di-asia-tenggara/
  2. Militer Amerika Serikat (AS) telah menerima permintaan untuk menempatkan pasukan militer aktif di perbatasan AS-Meksiko, kata seorang pejabat AS pada Kamis (25/10), setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia “akan mendatangkan militer” untuk menghalau karavan berisi imigran Amerika Tengah dan pengungsi. Rombongan karavan itu masih berada lebih dari 1.500 kilometer dari perbatasan AS, tetapi seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim kepada Reuters, mengatakan bahwa militer sedang mempertimbangkan permintaan itu, yang mungkin memerlukan penempatan antara 800 hingga 1.000 pasukan militer di perbatasan AS-Meksiko untuk membantu mempersiapkan logistik dan infrastruktur. Ribuan pria, wanita, dan anak-anak Amerika Tengah yang datang ke Amerika Serikat dan berusaha untuk melarikan diri dari kekerasan, kemiskinan, dan korupsi pemerintah di negara asal mereka, melanjutkan perjalanan mereka pada Kamis (25/10). Di bawah bulan purnama pada jam-jam sebelum fajar, mereka berjalan dari Mapastepec, dekat perbatasan Guatemala di Meksiko selatan. Seorang pejabat kota mengatakan bahwa terdapat 5.300 imigran di Mapastepec pada Rabu (24/10) malam. Pejabat AS tersebut berbicara kepada Reuters, dan mengatakan bahwa setiap pasukan AS yang dikerahkan ke perbatasan tidak akan terlibat dalam kegiatan “penegakan hukum,” karena ada larangan undang-undang federal yang ditetapkan sejak tahun 1870-an. Undang-undang itu membatasi penggunaan tentara dan cabang utama militer lainnya untuk penegakan hukum sipil di tanah AS, kecuali secara khusus diizinkan oleh Kongres. Tetapi militer dapat memberikan layanan dukungan kepada penegak hukum dan telah melakukannya sejak tahun 1980-an. Kantor berita AFP—mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya—melaporkan bahwa Pentagon diperkirakan akan mengerahkan “beberapa ratus” pasukan ke perbatasan AS-Meksiko. Pejabat itu—yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya—mengatakan kepada AFP bahwa pasukan itu akan digunakan terutama untuk memberikan dukungan logistik termasuk tenda, kendaraan, dan peralatan. Baca Sumber
  3. Terlepas dari peringatan bahwa penarikan diri dapat menyebabkan perlombaan senjata nuklir baru, penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) menolak permintaan Rusia pada Selasa (23/10), untuk tetap berkomitmen pada perjanjian perlucutan senjata tersebut. Penasihat itu, John R. Bolton, mengatakan setelah pertemuan dengan Presiden Vladimir V. Putin dan pejabat Rusia lainnya, bahwa sedikit kemajuan telah dibuat dalam menyelesaikan keluhan Presiden Trump bahwa Rusia telah mengingkari perjanjian senjata nuklir tersebut, Perjanjian Kekuatan Nuklir Tingkat Menengah atau INF. Trump mengatakan bahwa dia berencana untuk menarik diri dari perjanjian senjata nuklir itu, karena Rusia melanggarnya dan China bukan penandatangan. Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Soviet Mikhail S. Gorbachev menandatangani perjanjian tersebut pada tahun 1987, yang menyingkirkan ratusan rudal nuklir di Eropa. “Ini adalah posisi Amerika bahwa Rusia melanggar,” kata Bolton pada sebuah konferensi pers, dalam menanggapi pertanyaan tentang perjanjian itu. “Ini adalah posisi Rusia bahwa mereka tidak melanggar. Jadi kita harus bertanya, ‘Bagaimana Anda meyakinkan Rusia agar kembali mematuhi kewajiban yang menurut mereka tidak dilanggar?’” Bolton mengatakan bahwa Amerika Serikat sekarang akan berkonsultasi dengan sekutunya di Eropa dan Asia. Masih ada kemungkinan bahwa keputusan pemerintah belum final. Namun, Bolton mengatakan pada Selasa (23/10) setelah pertemuan di Moskow, bahwa pemberitahuan resmi tentang penarikan diri “akan diajukan pada waktunya.” Baca Sumber
  4. Amerika Serikat (AS) akan mencabut visa beberapa pejabat Arab Saudi yang diduga bertanggung jawab atas kematian kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Selasa (23/10). Ini adalah langkah signifikan pertama yang diambil pemerintahan Trump untuk menghukum Arab Saudi atas kasus Khashoggi setelah menghadapi kritik karena lamban dalam menanggapi. Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Donald Trump mengindikasikan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban Arab Saudi, sementara juga mencela penanganan kerajaan atas kasus tersebut. “Upaya menutup-nutupi ini adalah yang terburuk dalam sejarah,” keluh Trump. Dalam sebuah konferensi pers, Pompeo mengatakan AS dan sekutunya akan meminta pertanggungjawaban dari “mereka yang bertanggung jawab” atas kematian Khashoggi, seorang oposisi Arab Saudi yang juga merupakan kritikus putra mahkota negara itu. Pompeo mengatakan Departemen Luar Negeri dengan Departemen Keuangan akan mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi pada individu di bawah hukum yang dikenal sebagai Global Magnitsky Act. “Hukuman ini tidak akan menjadi hukuman yang terakhir dari Amerika Serikat untuk masalah ini,” kata Pompeo. “Kami akan terus mengeksplorasi langkah-langkah tambahan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.” Pompeo mengatakan AS telah mengidentifikasi beberapa tersangka dalam dinas intelijen Arab Saudi, istana kerajaan, Kementerian Luar Negeri dan departemen lainnya. Dia tidak merinci bagaimana orang-orang Arab Saudi itu mengetahui visa mereka dicabut. Khashoggi menghilang pada 2 Oktober setelah masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Pemerintah Arab Saudi, setelah awalnya mengatakan ia masih hidup, mengatakan pekan lalu bahwa wartawan itu tewas setelah baku hantam dengan orang Arab Saudi di dalam gedung. Namun ada kecurigaan yang tersebar luas bahwa Arab Saudi berencana membunuh wartawan itu, dan mungkin atas perintah Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Dalam sambutannya pada hari Selasa (23/10), Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki menyebut kematian Khashoggi sebagai pembunuhan “buas” yang telah direncanakan sebelumnya. Pompeo dan Trump keduanya mengatakan pada hari Selasa (23/10) bahwa AS terus berbagi kepentingan strategis dengan Arab Saudi dan ingin mempertahankan kemitraan yang kuat. Kedua negara itu bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk anti-terorisme. Trump berbicara tentang perlunya mempertahankan investasi Arab Saudi, bahkan ketika dia mengatakan dia akan bekerja sama dengan Kongres untuk menghasilkan “retribusi.” Pompeo mengatakan: “Kami masih yakin bahwa dua hal itu dapat dilakukan, yaitu untuk melindungi Amerika sekaligus meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.” Baca Sumber
  5. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan melambat dalam beberapa kuartal mendatang, setelah menyentuh titik tertinggi selama empat tahun—pada April-Juni—menurut jajak pendapat ekonom Reuters, yang memperkirakan bahwa perang perdagangan Presiden Donald Trump akan menimbulkan kerusakan. Didorong sebagian oleh pemotongan pajak $1,5 triliun yang diloloskan pada akhir tahun lalu, ekonomi AS meningkat hingga tingkat tahunan 4,1 persen pada kuartal kedua—kinerja terkuatnya dalam hampir empat tahun. Tapi jajak pendapat terbaru terhadap lebih dari 100 ekonom, yang dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 21 Agustus 2018 menunjukkan, bahwa mereka memperkirakan ekonomi AS akan kehilangan momentum dan mengakhiri tahun depan dengan pertumbuhan kurang dari setengah dari tahun ini. Perekonomian AS diperkirakan tumbuh tiga persen dalam kuartal saat ini, dan 2,7 persen di tahun berikutnya—sedikit peningkatan dari jajak pendapat sebelumnya. Tetapi dorongan jangka pendek untuk pertumbuhan dari pemotongan pajak diperkirakan akan berkurang. Para ekonom memangkas proyeksi pertumbuhan mereka di sebagian besar kuartal tahun depan, yang membuat pandangan mereka secara luas tidak berubah dan rentan terhadap konflik perdagangan dengan China. “Langkah-langkah perdagangan yang diambil oleh AS sejauh ini, dan pembalasan oleh pemerintah asing mungkin akan memperlambat ekonomi sedikit,” kata Philip Marey, ahli strategi senior AS di Rabobank. “Namun, itu bisa berubah dalam kasus perang perdagangan global, di mana berbagai negara asing mengambil langkah-langkah proteksionis yang ditujukan pada AS, yang bagaimanapun juga, adalah pihak yang mencoba mengubah status quo.” Hampir dua pertiga dari 56 ekonom yang menjawab pertanyaan tambahan, mengatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan dampak dari perang perdagangan Trump yang meluas dalam prediksi pertumbuhan AS mereka. Itu adalah proporsi yang hampir sama dengan jajak pendapat para ekonom yang mencakup zona euro yang diterbitkan pada Rabu (22/8) (ECILT/EU). Dua puluh ekonom lainnya mengatakan bahwa perang dagang tidak memberikan pengaruh pada perkiraan mereka, tetapi menggarisbawahi risiko penurunan jika ketegangan perdagangan semakin dalam. “Pada saat ini, dengan apa yang kita tahu dan yakini akan terjadi, kami mengakui bahwa risiko terhadap prospek adalah sisi negatif dari perang dagang. Meskipun demikian, kami belum secara substansial menurunkan prospek pertumbuhan PDB AS kami. Kerusakan lebih lanjut dan kinerja akhirnya tentu bisa mengubah pandangan kami, bagaimanapun,” kata Sam Bullard, ekonom senior di Wells Fargo. Walau Trump mengatakan bahwa tarif perdagangan ini akan menguntungkan perekonomian AS, namun tidak ada ekonom yang disurvei oleh Reuters yang menyetujui pandangan tersebut. Semua tarif yang dikenakan dan tindakan pembalasan sampai sekarang sebagian besar terbatas pada permesinan industri dari China, komponen elektronik, dan barang setengah jadi lainnya, dan hanya memberikan dampak terbatas pada perekonomian AS. Namun, putaran tarif berikutnya yang direncanakan akan diberlakukan pada akhir September, ditujukan untuk produk-produk konsumen dan kemungkinan akan berdampak negatif pada ekonomi secara keseluruhan, karena belanja konsumen berkontribusi lebih dari dua pertiga produk domestik bruto (PDB) AS. Baca Sumber
×