Jump to content
advertisement_alt

Search the Community

Showing results for tags 'filipina'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forum

  • Welcome to nyentrik.com
    • Pengumuman
    • Kritik, Saran & Pertanyaan
    • Belajar Posting
  • Komunitas
    • The Lounge
    • Ruang Kesehatan
    • Buying and Selling board (Jual Beli)
    • Lowongan Kerja (Job Posting / Request)
    • Nyentrik Regional
  • HIBURAN
    • Musik
    • Film / Movies
    • Olahraga
    • Masak Memasak
    • Humor
    • Anime, Manga, Otaku
    • Disturbing Picture
    • Supranatural
  • HOBI
    • Fotografi
    • Online / Offline Games
    • Drone, Model Kit & R/C
    • Outdoor Adventure & Nature Clubs
    • Komputer dan Internet
    • Gadget
    • Otomotif
    • Desain Grafis
    • My Pets
    • Can you solve this game ?
  • DA CAFÉ
    • Lifestlye
    • Heart to heart
    • Berita & Politik
    • Edukasi

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Found 1 result

  1. Dilihat dari kata-kata Presiden China Xi Jinping dan tuan rumahnya, Presiden Rodrigo Duterte, sebelum dan selama perjalanan dua hari terakhirnya ke Filipina, hubungan antara kedua negara tersebut telah berkembang. Tetapi kita mungkin meragukan apakah hubungan yang baru berkembang ini akan melampau kepresidenan Duterte. Pada Senin (19/11) — sehari sebelum keberangkatannya ke Manila — media utama China, seperti Kantor Berita Xinhua, Global Times, dan China Daily, menyebarluaskan sepotong karya berjudul “Buka masa depan yang baru bersama untuk hubungan China-Filipina.” Menurut media-media yang dikelola pemerintah China ini, artikel yang ditandatangani Xi tersebut diterbitkan oleh tiga surat kabar Filipina, yaitu The Philippine Star, Manila Bulletin, dan Daily Tribune. Karena sebagian besar ditujukan untuk masyarakat Filipina, Xi menggunakan bahasa yang sangat optimis — atau bahkan memuji berlebihan — untuk menggambarkan Filipina, interaksi seribu tahun antara dua negara tetangga tersebut, dan, terutama, hubungan yang berkembang antara kedua pihak di bawah Duterte. “Sejak Presiden Duterte mulai menjabat” pada Juni 2016, Xi menulis, “China dan Filipina telah kembali terlibat dalam dialog dan konsultasi untuk penanganan yang tepat terkait masalah Laut China Selatan. Hubungan kami saat ini melihat pelangi setelah hujan.” Dia kemudian mengatakan bahwa tujuan utama dari kunjungannya adalah untuk “melakukan diskusi mendalam” dengan Pemimpin Filipina itu tentang bagaimana membuat “kemajuan yang lebih besar” untuk meningkatkan hubungan ini ke “tingkat yang lebih tinggi”, dan berjanji bahwa “China akan bekerja dengan Filipina untuk memanfaatkan peluang dan mengikuti tren dari waktu kami.” Xi begitu optimis tentang kunjungannya tersebut serta hubungan saat ini dan masa depan antara kedua negara itu, karena negaranya hampir tidak dapat menemukan mitra internasional yang lebih baik daripada Duterte — terutama pada saat China dan Amerika Serikat (AS) terlibat dalam perselisihan di beberapa bidang, dan berlomba-lomba mendapatkan pengaruh di wilayah yang lebih luas. Meskipun pemimpin China itu tidak menjelaskannya, namun periode “hujan” dalam hubungan China-Filipina terjadi di bawah Benigno Aquino — pendahulu Duterte — di mana kedua negara tetangga itu terlibat dalam aksi saling tuduh atas sengketa Laut China Selatan. Pada tahun 2012, China merebut Dangkalan Scarborough yang diduduki Filipina setelah kebuntuan selama berbulan-bulan. Ini menyebabkan pemerintah Aquino meluncurkan sebuah kasus melawan China di Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA). Baca Selengkapnya: https://www.matamatapolitik.com/opini-akankah-hubungan-baru-china-filipina-bertahan-lama/
×