Jump to content
advertisement_alt

Search the Community

Showing results for tags 'trump'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forum

  • Welcome to nyentrik.com
    • Pengumuman
    • Kritik, Saran & Pertanyaan
    • Belajar Posting
  • Komunitas
    • The Lounge
    • Ruang Kesehatan
    • Buying and Selling board (Jual Beli)
    • Lowongan Kerja (Job Posting / Request)
    • Nyentrik Regional
  • HIBURAN
    • Musik
    • Film / Movies
    • Olahraga
    • Masak Memasak
    • Humor
    • Anime, Manga, Otaku
    • Disturbing Picture
    • Supranatural
  • HOBI
    • Fotografi
    • Online / Offline Games
    • Drone, Model Kit & R/C
    • Outdoor Adventure & Nature Clubs
    • Komputer dan Internet
    • Gadget
    • Otomotif
    • Desain Grafis
    • My Pets
    • Can you solve this game ?
  • DA CAFÉ
    • Lifestlye
    • Heart to heart
    • Berita & Politik
    • Edukasi

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Found 2 results

  1. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat ancaman pada Hari Thanksgiving untuk menutup perbatasan AS dengan Meksiko selama periode waktu yang dirahasiakan, jika pemerintahannya menganggap sekutu selatannya telah kehilangan “kendali” mereka. Trump juga mengatakan bahwa dia telah memberi “izin” kepada ribuan pasukan aktif yang dikirimnya ke perbatasan sebelum pemilu paruh waktu pada 6 November 2018, untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap imigran “jika mereka harus (melakukannya).” Dan dia mengatakan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen — yang telah Trump salahkan karena tidak cukup tangguh menangani imigrasi — berada “di sana untuk mencoba (lebih tangguh).” “Ini pekerjaan yang sulit,” katanya. Presiden itu tidak akan mengabaikan kemungkinan penutupan pemerintah secara parsial pada awal Desember, karena penolakan para anggota parlemen untuk mengalokasikan miliaran dolar yang ia minta untuk membangun dinding perbatasan, seperti janji utama dalam kampanye 2016-nya. “Mungkinkah ada penutupan pemerintahan? Tentu saja bisa, dan itu akan menjadi tentang keamanan perbatasan, di mana tembok menjadi bagiannya,” kata Trump. Baca Juga: Opini: Kirim Hakim ke Perbatasan Amerika-Meksiko, Bukan Tentara Trump melontarkan komentar dalam sesi tanya-jawab panjang dengan wartawan di klub golf Florida, setelah dia menyampaikan ucapan selamat liburan dalam panggilan telepon dengan anggota militer Amerika terpilih di seluruh dunia. Percakapan itu berkembang dari ungkapan terima kasih presiden atas komitmen mereka untuk melindungi negara dan kepentingan negara, serta menyentuh berbagai topik politik, termasuk kebijakan imigrasi, ekonomi, dan ketidaksenangan Trump dengan keputusan pengadilan terhadap inisiatif pemerintahan. Dalam sambutannya setelah itu kepada para wartawan, Trump dengan cepat melompat dari satu isu ke isu lainnya, mulai dari isu perbatasan hingga perselisihan publiknya dengan Hakim Agung John Roberts, lalu membahas hubungan dengan China, pergantian staf dan kabinet yang mungkin dilakukan, dan pembelaannya terhadap PLT Jaksa Agung Matthew Whitaker. Ancaman Trump terkait isu perbatasan dilontarkan beberapa hari setelah seorang hakim federal menunda kebijakan suaka pemerintah. Dengan adanya kebijakan baru itu, Trump menyatakan tidak ada yang bisa mengajukan permohonan suaka kecuali di jalur masuk perbatasan resmi. Beberapa gerbang masuk sudah menghadapi penumpukan massa, di mana orang-orang menunggu selama berminggu-minggu. Baca Selengkapnya: https://www.matamatapolitik.com/news-ancaman-thanksgiving-trump-penutupan-perbatasan-as-meksiko/
  2. Donald Trump mungkin tidak senang, tetapi dia tidak bisa menyalahkan orang Eropa karena mendengarkannya. Semburan Twitter presiden AS pada hari Selasa (13/11) menargetkan Emmanuel Macron — menyerang presiden Prancis karena ingin membangun pasukan Eropa “untuk melindungi kita terhadap China, Rusia dan bahkan Amerika Serikat” — hanyalah perkembangan terbaru dalam serangkaian teguran pedas tentang sekutu Eropanya. Tapi selain menjadi bukti gaya konfrontatif Trump — tweet-nya mengatakan bahwa Prancis “mulai mempelajari bahasa Jerman” selama Perang Dunia II sebelum Amerika datang — kemarahannya salah arah. Keinginan Macron — dan Kanselir Jerman Angela Merkel — untuk membangun pasukan Eropa merupakan cerminan bahwa Benua itu telah menyadari kenyataan bahwa mereka harus berdiri dengan kakinya sendiri, tidak lagi mengandalkan AS pada keamanan. Dan itulah yang katanya Trump inginkan. Dua tahun setelah pemilihannya yang mengejutkan, orang-orang Eropa mulai menganggap serius presiden AS — secara harfiah. Mereka telah membuang harapan bahwa ia akan menjadi panutan, atau bahwa hubungan pribadi akan melemahkan kebijakannya. Sebaliknya, mereka telah menerima bahwa mereka perlu membangun tanggapan Eropa. Pada peringatan Hari Gencatan Senjata di Paris akhir pekan lalu, orang-orang Eropa hadir dan merayakan multilateralisme dan menolak nasionalisme sebagai “pengkhianatan patriotisme.” Sementara itu, Trump, menggunakan serangan Twitter dan membatalkan kehadirannya di pemakaman veteran perang. Acara-acara itu juga menjadi latar belakang bagi Forum Perdamaian Paris yang pertama, sebuah acara ambisius yang mempromosikan kerja sama mengenai isu-isu seperti perubahan iklim, proliferasi nuklir dan korupsi — membuktikan bahwa Benua itu memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin global. Keinginan Macron untuk membentuk pasukan Eropa cocok dengan upaya besar ini. Menjelang pemilu Eropa, presiden Prancis ingin membuktikan Uni Eropa yang kuat dan bersatu dapat melindungi warganya. Baca Selengkapnya: https://www.matamatapolitik.com/donald-trump-dapatkan-tentara-eropa-yang-dia-inginkan/
×