Jump to content
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Muslim Indonesia Gelar Aksi Bela Tauhid, Memprotes Pembakaran Bendera

Recommended Posts

Sekitar 1.000 umat Islam Indonesia menggelar unjuk rasa di ibu kota, Jakarta, pada hari Jumat (26/10) untuk memprotes pembakaran sebuah bendera dengan kalimat suci Islam oleh anggota organisasi Muslim terbesar di negara itu.

Protes itu muncul setelah sebuah video viral di Indonesia pekan ini menunjukkan anggota sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) membakar bendera kelompok saingan dengan kalimat Tauhid, sebuah konsep Islam yang menegaskan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Protes damai itu adalah pengingat semangat yang berpotensi muncul ketika negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu mendekati pemilihan penting.

Para pemimpin demonstrasi Aksi Bela Tauhid mendesak orang-orang untuk membela Islam sementara para pengunjuk rasa, banyak yang mengenakan jubah putih, meneriakkan “Tidak ada Tuhan selain Allah” dan melambai-lambaikan bendera hitam putih.

“Kami menginginkan keadilan atas pembakaran bendera, bagi mereka yang bertanggung jawab,” kata Fahruh Rozi (47) anggota Forum Masjid Al Falah, salah satu dari sejumlah kelompok konservatif yang berpartisipasi pada demonstrasi tersebut.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran untuk menghormati Islam. Itu tidak ada hubungannya dengan politik atau pemilihan,” kata Rozi, yang mengenakan kemeja putih dan kopiah dengan bandana hitam.

Indonesia menyelenggarakan pemilihan presiden (Pilpres) dan parlemen April mendatang dan partai-partai dan kandidat telah mendapatkan suara dari kelompok agama yang dominan.

Presiden Joko Widodo, yang mengejar masa jabatan kedua, telah berusaha untuk memperkuat hubungannya dengan para pemimpin Islam moderat dan menunjuk ulama Islam Ma’ruf Amin sebagai pasangannya.

Kelompok-kelompok Islamis yang beragam berada di belakang protes yang memuncak dalam kekalahan pemilihan dan memenjarakan gubernur beretnis Tionghoa dan Kristen Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sekutu Widodo yang dikenal sebagai Ahok, di tahun 2017 atas penistaan agama.

“Perbedaan dengan kasus Ahok adalah bahwa dalam hal ini ada bendera yang dibakar. Kami ingin memastikan ini tidak terjadi lagi. Dalam kasus Ahok, itu adalah penistaan agama,” kata Rozi.

Ada ketegangan sporadis antara organisasi yang lebih moderat seperti NU, yang mengatakan memiliki sekitar 40 juta anggota, dan lebih banyak kelompok garis keras lainnya.

Pembakaran bendera yang terjadi di Jawa Barat dilaporkan terjadi setelah anggota sayap pemuda NU keberatan dengan seorang pria yang membawa bendera dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang mencita-citakan berdirinya kekhalifahan Islam – dan telah dilarang – di negara itu.

Baca Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×