Jump to content
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Wawancara dengan Aktivis Rohingya: ‘Myanmar Ingin Basmi Semua Muslim’

Recommended Posts

Pengacara dan aktivis Rohingya terkemuka U Kyaw Hla Aung, berbicara kepada Al Jazeera tentang rencana pemulangan pengungsi Rohingya dan sentimen anti-Muslim di Myanmar. Ia mengatakan bahwa Myanmar ingin membasmi semua Muslim di sana. Menurutnya, setelah mengusir semua Rohingya, pemerintah Myanmar akan mengejar semua Muslim dari seluruh Myanmar. Mereka memiliki rencana untuk mengusir semua Muslim dari negara itu/

Oleh: Saif Khalid dan Sorin Furcoi (Al Jazeera)

U Kyaw Hla Aung adalah seorang pengacara dan aktivis terkenal yang telah memperjuangkan hak-hak kelompok etnis Rohingya di Myanmar selama beberapa dekade.

Pria Rohingya berusia 78 tahun tersebut dianugerahi Aurora Prize tahun ini oleh Aurora Humanitarian Initiative yang berbasis di Armenia, karena pembelaannya atas hak-hak minoritas Muslim yang teraniaya.

Dia menyumbangkan hadiah $1 juta yang dia terima berupa uang kepada organisasi kemanusiaan yang menyediakan bantuan medis dan bantuan kepada para pengungsi Rohingya.

Hampir satu juta orang Rohingya terpaksa berlindung di negara tetangga Bangladesh, setelah tentara Myanmar—yang menanggapi serangan oleh kelompok bersenjata—melancarkan kampanye brutal terhadap kelompok minoritas tersebut di negara bagian Rakhine tahun lalu.

Rohingya telah menghadapi penganiayaan di Myanmar selama beberapa dekade. Pemerintah militer—yang mengambil alih kekuasaan setelah kudeta pada tahun 1962—mencabut kewarganegaraan Rohingya pada tahun 1982.

Sejak tahun 2012—menyusul kerusuhan mematikan antara umat Buddha Rakhine dan Rohingya—puluhan ribu orang dari minoritas Rohingya telah dipaksa untuk tinggal di kamp-kamp pengasingan yang kondisinya tidak manusiawi.

Hla Aung, yang lahir di kota Sittwe di negara bagian Rakhine, menghabiskan lebih dari 12 tahun di penjara karena pekerjaan politiknya atas nama masyarakat Rohingya.

Al Jazeera bertemu dengan aktivis veteran tersebut pada bulan November 2018 di ibu kota Qatar, Doha, di mana ia diundang untuk menghadiri konferensi kesehatan global.

Al Jazeera: Mengapa Rohingya ditolak kewarganegaraannya di Myanmar? Kriteria apa yang harus dipenuhi untuk memperoleh kewarganegaraan?

Hla Aung: Menurut hukum kewarganegaraan tahun 1948, seseorang yang tinggal di Myanmar selama 10 tahun dan delapan tahun terus menerus memenuhi syarat untuk kewarganegaraan. Mereka menyangkal kewarganegaraan kami sejak tahun 1982.

Seseorang yang menunjukkan bahwa ia memiliki tanah, harus diterima sebagai warga negara. Tetapi itu tidak terjadi.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×