Jump to content
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Alasan Negara Muslim Diam saat Uighur Ditindas: Takut pada China?

Recommended Posts

Penindasan terhadap Muslim Uighur di China terus berlanjut, namun negara-negara Muslim tetap diam. Apa yang membuat dunia Islam sebagian besar mengabaikan seruan dan tangisan memilukan saudara-saudara Uighur mereka? Jawabannya ada pada alasan ekonomi dan politik atau diplomatik. China telah menjadi mitra dagang utama setiap negara mayoritas Muslim. Banyak di antara mereka adalah anggota Bank Investasi Infrastruktur Asia yang dipimpin oleh China, atau berpartisipasi dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan China. Sehingga, elit di negara-negara Muslim menganggap “memiliki hubungan positif dengan China lebih penting daripada mengemukakan masalah HAM ini.”

Oleh: Lukman Harees (Islam 21c)

Masa depan lebih dari 10 juta orang Uighur—etnis minoritas Muslim yang berbahasa Turki di (yang sekarang menjadi) China—tampak semakin suram dan gelap. Tindakan keras besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah China saat ini terhadap mereka, yang dilakukan atas nama “de-ekstremifikasi,” masih terus membuat dunia terganggu.

China tidak perlu bersusah payah dalam kampanyenya yang menjengkelkan, untuk menghapus semua bukti populasi Muslim Uighur di wilayah yang oleh negara komunis itu disebut Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, yang merupakan sebuah negara bangsa merdeka, hingga China mulai menduduki dan menjajahnya pada tahun 1949.

Setelah periode diam yang panjang—sebagian karena China berusaha untuk menghubungkan aspirasi Muslim Uighur untuk kebebasan, dengan wacana “Perang Melawan Teror” global yang menjengkelkan—seruan kini mulai terdengar di PBB dan Dunia Barat untuk menekan China agar menghentikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim-nya.

Sayangnya, saudara-saudara mereka sesama Muslim secara signifikan telah gagal melakukan intervensi atau bahkan memberikan kecaman tegas dalam hal ini.

Islam telah menjadi salah satu target utama dalam kampanye pemerintah China melawan Uighur, dan Islamofobia secara diam-diam didorong oleh otoritas Partai Komunis China.

Mahasiswa, akademisi yang selama ini damai, dan bahkan masyarakat biasa, karena alasan sederhana yakni beragama Islam, dipenjara, dengan pengintaian teknologi tinggi besar-besaran oleh negara yang memantau dan menilai setiap gerakan mereka, membuat kaum Uighur yang terpinggirkan secara luas dimarginalkan, dan dikekang secara brutal.

Kamp-kamp interniran telah didirikan dengan satu juta tahanan yang diindoktrinasi dan ‘dididik kembali,’ yang membuat beberapa lingkungan menjadi kosong, dengan masjid-masjid besar yang kosong di kota-kota besar Kashgar dan Urumqi. Para tahanan di kamp juga dipaksa untuk meninggalkan Tuhan dan merangkul doktrin dan doa Partai Komunis China, dengan pendidikan agama, dan puasa di bulan Ramadhan semakin dibatasi atau dilarang.

Mereka yang tidak patuh dilaporkan mengalami penyiksaan seperti kurungan isolasi, kekurangan makanan, air, dan tidur, dan bahkan dijatuhi hukuman waterboarding.

Alasan mengapa begitu banyak Uighur yang ditahan adalah karena sebagian besar ditangkap tanpa alasan yang jelas, selain untuk mengekang praktik keagamaan dan menghapus budaya Uighur.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×