Jump to content
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Perang Dingin Baru Telah Dimulai

Recommended Posts

Amerika Serikat dan China akan terjebak dalam persaingan selama beberapa dekade. Amerika bisa saja menang jika dapat bersikap lebih sabar daripada China. Masa depan yang kini terlihat adalah, berlangsungnya Perang Dingin antara Amerika dan China.

Oleh: Robert D. Kaplan (Foreign Policy)

Bulan Juni 2005, penulis menerbitkan tajuk utama di The Atlantic, “Bagaimana Kita Akan Memerangi China.” Di sana dituliskan bahwa, “Kontes militer Amerika Serikat dengan China akan menentukan abad kedua puluh satu. Dan China akan menjadi musuh yang lebih tangguh daripada Rusia.” Penulis kemudian menjelaskan bahwa perang di masa depan akan menjadi kancah perang angkatan laut, dengan semua sistem pertempuran abstrak mereka, meskipun pertarungan kontra-pemberontakan yang kotor telah pecah 14 tahun yang lalu.

Masa depan itu telah tiba, dan itu tidak lain adalah perang dingin yang baru: Peretasan komputer yang terus menerus oleh China terhadap catatan perawatan kapal perang Amerika, catatan personel Pentagon, dan sebagainya merupakan perang dengan cara lain. Situasi ini akan berlangsung beberapa dekade dan hanya akan bertambah buruk, apa pun kesepakatan dagang yang terjadi antara presiden China dan Amerika yang tersenyum dalam sebuah kesempatan berfoto bersama yang untuk sesaat telah mengejutkan pasar keuangan.


Perang dingin yang baru bersifat permanen karena sejumlah faktor yang dipahami oleh para jenderal dan ahli strategi. Sayangnya, banyak orang, terutama yang berada dalam komunitas bisnis dan keuangan yang mendiami Davos, masih lebih suka menyangkal. Karena hubungan AS-China adalah yang paling penting di dunia, dengan banyak efek urutan kedua dan ketiga, perang dingin antara keduanya menjadi prinsip pengorganisasian negatif geopolitik yang harus dihargai oleh pasar.

Ini karena perbedaan antara Amerika Serikat dan China sangat mencolok dan mendasar. Perbedaan tersebut hampir tidak dapat ditangani oleh negosiasi dan tidak pernah dapat benar-benar diredakan.

China berkomitmen untuk mendorong angkatan laut dan udara AS menjauh dari Pasifik Barat (laut China Selatan dan Timur), sedangkan militer Amerika bertekad untuk tetap tinggal. Komitmen China sangat masuk akal dari sudut pandang mereka.

Mereka melihat Laut China Selatan seperti cara para ahli strategi Amerika melihat Karibia pada abad ke-19 dan awal abad ke-20: perluasan maritim laut biru utama dari daratan mereka, kontrol yang memungkinkan mereka untuk mendorong armada angkatan laut mereka ke Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang lebih luas, serta melunakkan Taiwan.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×