Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Polisi Indonesia Akui Gunakan Ular untuk Teror Tahanan Papua

Recommended Posts

Kepolisian Indonesia melakukan permintaan maaf, yang sangat jarang terjadi, atas perlakuan salah seorang petugas mereka terhadap tahanan di Wamena, Papua. Dalam sebuah video viral, terlihat seorang polisi menggunakan ular besar, yang dililitkan ke tubuh tersangka, untuk menginterogasinya. Pengacara Veronica Koman mengatakan, ada rasisme sistemik yang terjadi di wilayan paling timur Indonesia itu terhadap penduduk lokal.

Oleh: Stephen Wright (Associated Press)

Kepolisian Indonesia telah mengakui bahwa petugas mereka menteror seorang pria Papua dengan ular hidup setelah satu video kejadian itu beredar secara online, menunjukkan pria itu berteriak ketakutan dan penginterogasinya tertawa.

Polisi di wilayah paling timur Indonesia ini telah meminta maaf tapi juga berusaha membenarkan perbuatan petugas polisi tadi dengan mengatakan, ular itu tidak berbisa dan mereka tidak memukuli pria itu, yang dituduh melakukan pencurian.

Pengacara hak asasi Veronica Koman mengatakan pada hari Minggu (10/2) bahwa metode investigasi itu adalah penyiksaan dan melanggar peraturan kepolisian sekaligus beberapa hukum lainnya. Dia mengatakan, kejadian itu hanyalah salah satu dari beberapa laporan tentang penggunaan ular oleh polisi dan militer untuk menteror tahanan Papua dan budaya rasisme yang sistemik terhadap penduduk asli Papua.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×