Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Komentar 9/11 Trump Picu Ancaman Pembunuhan pada Ilhan Omar

Recommended Posts

Donald Trump kembali menyerang Ilhan Omar, anggota Kongres Demokrat yang beragama Islam dan keturunan Somalia. Trump mengaitkan Omar dengan serangan 9/11. Juru bicara Gedung Putih menepis kekhawatiran di kalangan politisi Demokrat bahwa Trump telah menghasut kekerasan terhadap Omar, yang telah menerima ancaman pembunuhan, maupun warga Muslim Amerika lainnya. 

Oleh: Tom McCarthy (The Guardian)

Gedung Putih meningkatkan serangannya terhadap anggota kongres Amerika Serikat Ilhan Omar hari Minggu (14/4), setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali mengunggah cuplikan video 11 September di Twitter dan menuduh Omar telah meremehkan serangan teror tersebut.

Didukung oleh gelombang politisi Demokrat yang mengatakan bahwa Trump dengan sengaja telah menyajikan representasi yang salah dari komentar Omar dalam apa yang dianggap sebagai intimidasi rasis yang berbahaya, hari Sabtu (13/4) Omar mengatakan dia tidak akan dapat dibungkam oleh “pemerintah yang menjalankan pelarangan Muslim dari negara ini.”

“Tidak ada seorang pun, tidak peduli seberapa korup, tidak kompeten, atau kejam, yang dapat mengancam kecintaan saya yang tak tergoyahkan untuk Amerika,” tulis Omar di Twitter, melansir The Guardian, Senin (15/4).

Tetapi hari Minggu (14/4), Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders menegaskan bahwa Omar, 37 tahun, warga Amerika keturunan Somalia yang merupakan salah satu wanita Muslim pertama di Kongres yang pertama mengenakan jilbab di DPR, jelas salah. “Saya merasa komentarnya benar-benar memalukan dan tidak layak bagi anggota Kongres,” kata Sanders, “dan saya pikir itu adalah hal yang tepat ketika presiden mengecamnya.”

Sanders menepis kekhawatiran di kalangan politisi Demokrat bahwa Trump telah menghasut kekerasan terhadap Omar, yang telah menerima ancaman pembunuhan, maupun warga Muslim Amerika lainnya. “Presiden berharap tidak ada niat buruk dan tentu saja tidak ada kekerasan terhadap siapa pun,” kata Sanders. “Tapi presiden benar-benar dan harus mengecam anggota kongres itu (Omar).”

Omar telah menerima kecaman atas pernyataanya yang dipelintir dari pidato bulan Maret 2019 di Council on American-Islamic Relations (CAIR), di mana Omar membahas masalah Islamofobia dan menggambarkan “ketidaknyamanan menjadi warga negara kelas dua.”

“CAIR didirikan setelah 9/11,” kata Omar, “karena mereka menyadari bahwa beberapa orang melakukan sesuatu dan kita semua mulai kehilangan akses atas kebebasan sipil kita.”

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×