Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Mohamed Morsi: Korban Tragedi Abadi yang Hantui Mesir

Recommended Posts

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi adalah korban tragedi abadi yang hantui Mesir. Meski pemerintahannya memiliki kelemahan dan kekurangan, namun kepresidenan Morsi adalah secercah harapan untuk masa depan yang demokratis di negara yang telah lama didominasi oleh para diktator yang kejam. Harapan singkat itu terbukti sangat sulit untuk dipadamkan. Enam tahun setelah kudeta yang menggulingkan Morsi, banyak orang Mesir terus menganggap rezim saat ini sebagai penguasa yang tidak sah. Di bawah kepemimpinan El-Sisi yang kejam, Mesir masih terus dilanda tragedi.

Oleh: Abdullah Al-Arian (Al Jazeera)

Kematian mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi hanyalah yang terbaru dari serangkaian tragedi tak terhitung yang menimpa Mesir, sejak percikan revolusi muncul lebih dari delapan tahun yang lalu. Kenaikannya yang nyaris mustahil ke kursi kepresidenan mencerminkan aspirasi jutaan rakyat Mesir untuk masa depan yang bebas dari pemerintahan militer yang kejam.

Penangkapannya berikutnya di tangan kediktatoran yang bangkit kembali, membuatnya menjadi salah satu dari 60.000 orang Mesir yang dipenjara karena berani berupaya mencari kehidupan yang lebih baik.

Keadaan misterius seputar kematian Morsi saat berada dalam tahanan dinas keamanan negara Mesir, memunculkan banyak pertanyaan.

Tetapi tidak ada keraguan tentang kesalahan rezim atas kematian yang telah lama diincarnya itu, baik melalui serangkaian kasus hukuman mati palsu terhadap mantan presiden tersebut, atau sebagai konsekuensi dari kondisi penjara yang mengerikan yang telah berkontribusi pada kesehatannya yang buruk dan kematiannya, yang telah dikecam oleh badan-badan hak asasi manusia internasional.

Bagi Abdel Fattah el-Sisi—marsekal yang menggulingkan Morsi dalam kudeta Juli 2013 dan memulihkan pemerintahan militer di Mesir—kematian Morsi menandai satu lagi tonggak bersejarah dalam misi enam tahun untuk mengubur sisa-sisa sisa transisi demokrasi Mesir yang berumur pendek.

Proses itu dimulai ketika menteri pertahanan tersebut memerintahkan penangkapan Morsi—presiden yang terpilih secara demokratis dan telah mengangkat Sisi—dan melanjutkan untuk menindak para pendukung Morsi. Pembantaian di Lapangan Rabaa berlangsung enam minggu kemudian, di mana hampir 1.000 demonstran terbunuh, yang mencetak rekor pembunuhan massal warga sipil terbesar dalam satu hari oleh pasukan keamanan dalam sejarah modern Mesir.

Pada tahun-tahun sejak itu, rezim el-Sisi telah melarang semua bentuk protes, menutup media independen, memenjarakan puluhan ribu aktivis, dan bahkan terlibat dalam pembunuhan di luar proses hukum.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×