Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

AS dan China Siap Bentrok terkait Filipina di Laut China Selatan

Recommended Posts

Seruan meningkat di Manila agar AS dan Filipina menegakkan perjanjian pertahanan bersama mereka untuk melawan dan mengusir China di Laut China Selatan. Salah satu bidang potensial untuk perubahan, kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana, adalah komitmen AS yang lebih kuat untuk membantu Filipina melawan pasukan milisi China yang semakin mengancam kapal-kapal Filipina di wilayah-wilayah maritim di mana Filipina mempertaruhkan klaim berdaulat.

Oleh: Richard Javad Heydarian (Asia Times)

Ketika sebuah kapal China menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan Filipina bulan ini di Reed Bank yang diperebutkan di Laut China Selatan, banyak orang di Manila bertanya-tanya apakah Amerika Serikat (AS) akhirnya akan melakukan intervensi terhadap agresi laut Beijing.

Tabrakan itu memicu protes anti-China baru di ibu kota Filipina, dan memicu kembali perdebatan mengenai Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina (MDT) tahun 1951, yang mengharuskan mitra strategis lama tersebut untuk saling membela satu sama lain jika terjadi serangan terhadap wilayah kedaulatan, aset, atau personel mereka.

Tokoh-tokoh terkemuka Filipina sekarang menyerukan kepada Presiden Rodrigo Duterte untuk mengaktifkan perjanjian tersebut untuk melawan ancaman China yang meningkat terhadap wilayah Filipina yang berdaulat di Laut China Selatan, yang dicontohkan oleh milisi Beijing yang baru-baru ini berkerumun di pulau Thitu untuk memblokir peningkatan strategis fasilitas Filipina.

Seruan itu datang seiring pemerintah Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan jaminan strategis untuk sekutu regional tertuanya tersebut, di mana Washington menyatakan untuk pertama kalinya kesediaannya untuk campur tangan secara militer terhadap pasukan milisi maritim China dalam membela posisi Filipina di Laut China Selatan.

“Kegiatan pembangunan pulau dan militer China di Laut China Selatan mengancam kedaulatan, keamanan, dan karenanya mata pencaharian ekonomi Anda, serta mata pencaharian AS,” Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam kunjungannya pada akhir Februari ke Manila.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×