Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Tehran Akhirnya Langgar Batas Pengayaan di Kesepakatan Nuklir Iran

Recommended Posts

Tehran akhirnya telah melanggar perjanjian mereka dalam Kesepakatan Nuklir Iran, dengan melampaui batas kritis tentang seberapa banyak bahan bakar nuklir yang bisa mereka miliki. Para pemimpin Iran bertaruh bahwa mereka dapat memaksa negara-negara Eropa—yang sangat kritis terhadap batalnya kesepakatan nuklir 2015 oleh Trump—untuk memenuhi janji-janji untuk membantu mengkompensasi Tehran atas dampak sanksi Amerika. Namun langkah Iran memicu kekhawatiran dari para sekutu Amerika, yang beberapa di antaranya takut bahwa Washington dan Tehran akan menghadapi bentrokan.

Oleh: David E. Sanger (The New York Times)

Tehran pada Senin (1/7) melanggar ketentuan utama dari kesepakatan nuklir Iran untuk membatasi program nuklirnya, dan mengisyaratkan bahwa mereka akan segera melanggar ketentuan lainnya seiring Iran berusaha lebih maksimal dalam meningkatkan konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS).

Inspektur internasional mengkonfirmasi bahwa Iran telah melampaui batas kritis mengenai berapa banyak bahan bakar nuklir yang dapat dimilikinya berdasarkan perjanjian tersebut, yang ditinggalkan oleh Presiden Trump lebih dari setahun yang lalu. Dengan sendirinya, langkah itu tidak memberikan bahan yang cukup bagi Iran untuk menghasilkan senjata nuklir tunggal, meskipun itu membuat Iran semakin dekat ke arah itu.

Beberapa jam kemudian, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa negaranya sekarang berniat untuk mulai memperkaya bahan bakar nuklirnya ke tingkat yang lebih murni—sebuah tindakan provokatif yang dapat menggerakkan Iran lebih dekat untuk memiliki bahan bakar yang dengan pemrosesan lebih lanjut dapat digunakan dalam senjata.

Langkah tersebut menandakan perubahan tajam dalam strategi Iran, yang selama 14 bulan terakhir terus menghormati ketentuan kesepakatan nuklir 2015 yang dicapai dengan pemerintahan Obama, bahkan setelah Trump menerapkan kembali sanksi dalam upaya untuk mencekik ekonomi Iran dengan mendorong pendapatan minyaknya hingga ke titik nol.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengisyaratkan perubahan pendekatan tersebut pada bulan Mei, tetapi Tehran belum benar-benar melanggar elemen inti dari perjanjian itu hingga Senin (1/7).

Tetapi walau langkah-langkah itu tampaknya membuat Iran kembali pada pengejaran teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan persenjataan nuklir, namun tujuan sebenarnya mungkin untuk mendapatkan keuntungan diplomatik untuk setiap negosiasi di masa depan. Para pemimpin Iran bertaruh bahwa mereka dapat memaksa negara-negara Eropa—yang sangat kritis terhadap batalnya kesepakatan nuklir 2015 oleh Trump—untuk memenuhi janji-janji untuk membantu mengkompensasi Tehran atas dampak sanksi Amerika.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×