Jump to content
advertisement_alt
Sign in to follow this  
matamatapolitik

Benny Wenda dan Perannya dalam Pembebasan Papua Barat

Recommended Posts

Benny Wenda adalah pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat yang menjadi ujung tombak perjuangan kemerdekaan Papua Barat di kancah internasional. Wenda melarikan diri dari penjara pada tahun 2002 Indonesia dan mendapatkan suaka dari Inggris di tahun 2003. Hingga saat ini, Benny Wenda terus memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat, di mana ia terus menyuarakan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat di wilayah itu, dan berupaya menarik perhatian internasional terhadap kasus ini.

Oleh: Aziza Larasati (Mata Mata Politik)

Nama Benny Wenda sudah tidak asing lagi dalam upaya pembebasan Papua Barat. Aktivis Papua Barat ini seringkali menyuarakan hak-hak rakyat Papua Barat dan menyerukan kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia.

Baru-baru ini, Benny Wenda menimbulkan kontroversi dengan mengatakan bahwa para separatis Papua Barat telah bersatu dan siap untuk merebut negara.

Papua Barat—yang berbagi pulau dengan Papua Nugini—telah berada di bawah kontrol Indonesia sejak tahun 1969, dan dicengkeram oleh konflik perjuangan kemerdekaan yang sudah berlangsung sangat lama. Benny Wenda telah menjadi salah satu tokoh utama dalam pemberontakan di wilayah tersebut.

Siapa sebenarnya Benny Wenda dan apa perannya dalam pembebasan Papua Barat?

SIAPA BENNY WENDA?
Benny Wenda lahir di Papua, 17 Agustus 1974. Ia saat ini menjadi pemimpin kemerdekaan Papua Barat, Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (United Liberation Movement for West Papua—ULMWP), dan pendiri kampanye Bebaskan Papua Barat.

Wenda sebelumnya pernah dipenjara karena aktivitas pemberontakannya dan ia saat ini mendapat suaka di Inggris. Di pengasingan, ia memimpin kampanye penentuan nasib sendiri yang menurut para separatis tidak mereka dapatkan, sejak Indonesia memperoleh kontrol yang diakui secara internasional atas Papua Barat melalui pemungutan suara yang disengketakan 50 tahun yang lalu.

Sejak rezim Soeharto runtuh, warga Papua telah memulai referendum yang menuntut kemerdekaan dari Indonesia. Benny Wenda bersama organisasinya Demmak (Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka) mulai menyuarakan aspirasi rakyat Papua, yang menuntut untuk diberikan pengakuan dan perlindungan adat istiadat, dan perlindungan kepercayaan masyarakat Papua. Mereka awalnya menolak tawaran otonomi khusus dari pemerintah Indonesia.

Pada pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Papua Barat mendapatkan otonomi khusus dari pemerintah, tapi Wenda masih menuntut kemerdekaan Papua Barat. Ia pun dipenjara pada Juni tahun 2002 dengan hukuman 25 tahun penjara.

Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

×