Jump to content
Sign in to follow this  
Admin

Tunawisma Ini menjadi Jutawan setelah memberikan Uang 20 dollar terakhir miliknya

Recommended Posts

Tunawisma ini menjadi jutawan setelah memberikan Uang 20 dollar terakhir miliknya.

Kita hidup sebagai manusia di dunia ini diharuskan untuk saling tolong-menolong satu sama lain.
Percayalah bahwa Kebaikan akan berbalas kebaikan pula.
 
Inilah yang dialami oleh seorang tunawisma bernama Johnny Bobbitt Jr .
 
Cerita berawal ketika Kate McClure tengah berkendara di jalan Interstate 95 yang sepi di tengah malam.
Mobil wanita asal New Jersey itu mogok karena kehabisan bensin dan Ia pun panik.
Ia menelepon pacarnya, Mark D’Amico, dan memintanya untuk menjemput dirinya segera.

Saat itulah Johnny Bobbitt Jr  mendatangi mobil Kate dan bertanya masalahnya.

Setelah tahu bahwa mobil kate kehabisan bensin, Bobbitt pun menyuruh Kate tetap tinggal di dalam mobil dan mengunci semua pintunya, sementara dirinya pergi mencari bensin.

Ia membelikan bensin dengan uang terakhir yang dimilikinya sebesar 20 dolar atau setara 260.000 rupiah.
Kate mengatakan bahwa ia tidak punya uang untuk membayar Bobbitt saat itu juga, tetapi kate berjanji akan kembali menemui dirinya esok hari.

Tunawisma yang tinggal di kolong jembatan rel kereta api itu tidak mempermasalahkannya.

Tunawisma ini menjadi jutawan setelah memberikan Uang 20 dollar terakhir miliknya.

Keesokan harinya Kate dengan ditemani Mark mendatangi Bobbitt dan menganti uang pembelian bensin.
Tersentuh dengan kebaikan Bobbitt, Kate kembali menyusuri jalan itu beberapa kali untuk memberi uang, pakaian, dan makanan untuk tunawisma ini.
 
Setelah berbagi cerita akhirnya Kate dan Mark mengetahui bahwa Bobbitt adalah Seorang Mantan veteran Angkatan Laut dan paramedis untuk tim medis darurat dengan helikopter.
Ia mengalami masa-masa sulit sehingga akhirnya menjadi seorang tunawisma.
 
“Bobbitt Mengatakan, “Bahwa Ini Bisa dikatakan nasib buruknya, tetapi jangan salah paham. Aku jadi tunawisma karena keputusanku sendiri. Aku tidak menyalahkan orang lain, tetapi menyalahkan diriku sendiri.
Mendengar cerita Bobbitt, Kate dan Mark tersentuh hatinya, betapa Bobbitt menolak menyalahkan orang lain atas situasinya.

Mereka pun jadi tidak bisa berhenti memikirkan tunawisma itu dan keadaannya yang sulit.

Mereka juga menyadari bagaimana Bobbitt membagikan keperluan dasar dan makanan yang diberikan kepadanya, lalu dibagikan kepada teman-teman tunawiswanya yang lain.

Setelah beberapa kali kunjungan, akhirnya Kate dan Mark mulai menggalang dana secara online, lewat situs GoFundMe.
Ia berharap dana itu bisa digunakan untuk menyewa aparteman dan keperluan lainnya untuk Bobbitt.

Kate McClure dalam kampanyenya di GoFundMe Menulikan “Aku berharap dapat melakukan sesuatu untuk pria yang tidak egois ini, yang begitu saja menolongku. Ia adalah pria baik hati, dan setiap kali berbicara dengannya dan melihatnya, membuatku ingin terus membantunya,”.

Kate Juga menulis bahwa“Bobbitt sangat tertarik untuk bisa mendapatkan sebuah pekerjaan dan aku yakin dengan adanya sebuah tempat tinggal yang bersih setiap malam dan bisa beristirahat dengan benar, hidupnya akan kembali menjadi normal,”
 
Tunawisma ini menjadi jutawan setelah memberikan Uang 20 dollar terakhir miliknya.

Kampanye penggalangan dana itu dimulai sekitar 12 hari, setelah Bobbitt membantu membelikan Kate bensin.
Saat itu Kate berharap bisa mendapatkan donasi sebesar 10.000 dolar atau setara Rp130 juta.
Uang itu akan digunakan untuk membeli sebuah mobil bekas, sewa apartemen beberapa bulan, dan biaya hidup selama 4-6 bulan.

Target 10.000 dolar itu tercapai dalam beberapa hari karena ada 8.000 orang yang menyumbang untuk Bobbit.
Hanya dalam 13 Hari, donasi itu bahkan mencapai 296.000 dolar atau setara Rp3 miliar.

Ternyata, saat Bobbitt diberi tahu, tunawisma itu minta pada Kate dan Mark untuk dihentikan karena sudah cukup banyak.
Hal itu pun disampaikan oleh mereka di situs GoFundMe.

Namun setelah ditutup selama 1 jam, akhirnya donasi itu dibuka kembali karena masih banyak orang yang mau berdonasi untuk Bobbitt, sehingga total donasi mencapai lebih dari 400.000 dollar dalam 27 Hari.

Tunawisma ini menjadi jutawan setelah memberikan Uang 20 dollar terakhir miliknya.

Bobbitt lebih dari sekadar gembira dengan jumlah donasi tersebut, dan ia tidak mau terlihat seperti mengambil keuntungan. Untuk sesaat donasi ditutup, namun hal itu menyebabkan orang-orang tetap ingin berdonasi,”. 

Kate menambahkan, dari percakapan selanjutnya, ia jadi tahu bahwa Bobbitt berasal dari kota Raleigh di Carolina Utara.

Di kota itu ia bekerja di Angkatan Laut sebagai seorang tehnisi persenjataan.
Ia juga pernah dilatih sebagai seorang paramedis, sebelum akhirnya menjadi tunawisma di Philadelphia.

Bobbit punya masalah keuangan, sebelum akhirnya bermasalah dengan obat-obatan, dan beberapa kali berurusan dengan masalah hukum.

Bobbitt mengatakan pada Kate dan Mark bahwa ia ingin tinggal di Robbinsville di New Jersey dan bekerja di gudang Amazon.

Mark D’Amico  Mengatakan bahwa “Ia hanya butuh sebuah dorongan dengan arah yang benar. Saya tidak dapat membayangkan betapa sulitnya hal itu. Bobbit berasal dari Carolina dan Ia berada ribuan mil dari rumahnya tanpa benda dan tanpa saudara. Ia pun terpaksa tinggal di kolong jembatan,”.

Mark D’Amico juga mengatakan bahwa Bobbitt tidak mau hidup di jalanan lagi.
Ia ingin menjadi seorang anggota masyarakat yang berguna dan tidak duduk-duduk di rel kereta api Philadelphia.

Artinya, ia tahu dimana dirinya dan tahu apa yang harus dilakukan untuk dirinya keluar dari masalah itu.
Kita tak membutuhkan uang untuk bisa membantu orang lain, kita hanya membutuhkan hati untuk membantu mereka.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×