Jump to content
Sign in to follow this  
awnzky

Pancasila Belum Menyentuh Personal

Recommended Posts

ths30cMb9D.jpg?w=460 Ilustrasi Pancasila. Foto: Antara/Prasetia Fauzan Jakarta: Pancasila belum menyentuh secara personal. Fungsi Pancasila masih cenderung sebagai ideologi yang mengatur ketatanegaraan.

Demikian salah satu poin penting yang diangkat Presiden INADATA Consulting dari California, Amerika Serikat, Elwin Tobing, dalam bukunya Indonesian Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila Sebagai Cita-cita Bangsa. Buku ini diluncurkan kemarin di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat. 

Soekarno sebagai perumus, kata Erwin, dari awal sudah menekankan bahwa Pancasila tak hanya mengatur ketatanegaraan. Perumusan Pancasila juga menyangkut cita-cita manusia dan bangsa Indonesia. Pancasila pun diciptakan untuk mengatur sistem nilai mencapai kedua cita-cita itu.

“Pancasila sebagai suatu cita-cita atau impian sifatnya menjadi personal, tidak hanya menekankan negara atau bangsa,” jelas Elwin, melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Agustus 2018. 

Elwin melihat Pancasila saat ini cenderung sebagai 'wasit' untuk menengahi perdebatan antara kelompok pendukung Indonesia sebagai negara agama versus pendukung yang mempertahankan persatuan Indonesia. 

"Ini membuat Pancasila menjadi statis. Persatuan yang berkembang pun cenderung semu. Pancasila seperti terisolasi dan menjadi kurang menyentuh pribadi manusia Indonesia,” kata dia.

Elwin berharap Pancasila dapat dimaknai sebagai cita-cita untuk menjadikan bangsa dan masyarakat Indonesia yang berdaulat. Cita-cita tersebut ia beri istilah dengan sebutan Indonesian Dream. Sebelumnya, gagasan mengenai Indonesian Dream pernah ia tuangkan dalam buku berjudul Indonesian Dream: The Persuit of A Winning Nation pada 2009

Namun, buku terbarunya kali ini berbeda dengan buku tersebut. Khususnya berkaitan dengan data-data perkembangan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia. Buku setebal 446 halaman ini menawarkan revitalisasi narasi Pancasila sebagai cita-cita manusia dan bangsa Indonesia.
indonesian%20dream%20ist.jpeg
Peluncuran Buku Indonesian Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila Sebagai Cita-cita Bangsa. Foto: Istimewa

Baca: Narasi Pancasila di Tangan Profesor Jebolan Amerika

Pengamat politik Andrinof Chaniago menyatakan buku ini membantu khalayak merumuskan mimpi Indonesia ke depan.

"Buku ini bisa menjadi dasar kita untuk mencapai sebuah konsesus mimpi. Buku ini bisa menjadi masukan dalam membentuk mimpi negeri tanpa menghilangkan budaya atau kebiasaan Indonesia,” ujar Andrinof. 

Andrinof menyebut kebebasan, kedaulatan, dan keadilan merupakan komponen penting untuk mewujudkan Indonesian Dream yang ditulis Elwin. Ia berharap buku ini dapat diekstraksi kemudian disosialisasikan sehingga mencapai suatu konsesus yang solid dalam menghadapi ketimpangan untuk mewujudkan mimpi Indonesia. 

Tak berhenti pada menerbitkan buku, Elwin berencana membuat sebuah gerakan kampanye Indonesian Dream. Gerakan ini rencananya dilakukan di 34 provinsi di Indonesia. Untuk tahun ini, Indonesian Dream Campaign Team akan menginisasi Sumpah Pemuda Jilid II yang akan digelar di Jakarta pada 28 Oktober mendatang. 

<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/0k8ZDz2N" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×