Jump to content
Sign in to follow this  
awnzky

DKI Jakarta Juara Intoleran

Recommended Posts

0UTWq9HLrY.jpg?w=460 Ilustrasi DKI Jakarta - Medcom.id. Jakarta: DKI Jakarta menjadi wilayah tertinggi kasus intoleransi beragama hingga pertengahan 2018. Setara Institute mencatat, ada 23 peristiwa dari total 109 pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) dengan 136 tindakan yang tersebar di 20 provinsi. 

Direktur Setara Institute Halili mengatakan temuan itu menjadi catatan baru. Sebab, selama 11 tahun Setara Institute melakukan riset pemantauan, baru kali ini ditemukan provinsi yang lebih tinggi intoleransi beragama dibanding Jawa Barat. 

"Selama ini Jawa Barat yang tinggi, tetapi dalam temuan sejak Januari hingga Juni 2018 ternyata Jakarta juaranya," kata Halili dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 21 Agustus 2018. 

Di posisi kedua ada Jawa Barat. Ditemukan 19 peristiwa pelanggaran KBB di wilayah itu. Disusul Jawa Timur dengan 15 peristiwa. 

Di DI Yogyakarta, yang mengaku sebagai city of tolerance, justru ada 9 peristiwa pelanggaran KBB disusul NTB dengan 7 peristiwa.

Halili menyebut, ada beberapa faktor yang menempatkan Jakarta sebagai wilayah intoleran. Yakni adanya suhu politik di level elite di Ibu Kota yang membuat pelanggar KBB.

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menambahkan isu politik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) masih akan terjadi di Pilpres 2019.

"Meskipun Jokowi pilih Ma'ruf Amin jadi cawapres, itu bukan jaminan. Serangan bukan ke Ma'ruf Amin, tapi ke Jokowi. Contoh saat Jusuf Kalla jadi wapres. Dia Ketua Dewan Masjid, aktivis HMI, tapi tetap diserang ke Jokowi. Kalau lihat serangan sudah mulai."

Ia memperkirakan perang isu SARA di Pilpres 2019 terjadi antara kelompok islamis dan kelompok Islam moderat. Kelompok islamis ialah kelompok yang menginginkan hukum Islam diterapkan di Indonesia.

"Kelompok islamis ini akan melawan kelompok Islam yang moderat yang mengedepankan nilai-nilai yang bisa memberikan kebajikan dan kegunaan termasuk untuk nonmuslim. Nilai-nilai kebersamaan itu nanti menjadi pertarungan kedua kelompok itu,"
tukas dia. 

(Mal/P1)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  



×